JAKARTA,NOLESKABAR.COM-Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peringatan darurat kepada warganya menyusul eskalasi konflik militer di Timur Tengah yang kian meluas. Washington secara resmi meminta warga negaranya segera meninggalkan 14 negara yang dinilai berisiko tinggi.
Dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (3/3/2026), instruksi tersebut diumumkan melalui pernyataan pejabat Departemen Luar Negeri AS di platform X dengan pesan tegas bertuliskan “DEPART NOW”. Warga Amerika diminta menggunakan penerbangan komersial yang masih tersedia untuk keluar dari wilayah terdampak karena adanya risiko keselamatan serius.
Langkah ini diambil setelah meningkatnya ketegangan dan aksi militer di kawasan, termasuk serangan udara dan balasan yang memicu gangguan besar terhadap lalu lintas udara internasional. Sejumlah ruang udara ditutup dan ribuan penerbangan dibatalkan.
Data pelacakan penerbangan menunjukkan lebih dari 2.800 penerbangan dibatalkan dalam satu hari terakhir, baik menuju maupun dari bandara-bandara utama di Timur Tengah. Dampaknya meluas hingga ke berbagai negara di Asia dan Eropa yang bergantung pada jalur udara kawasan tersebut.
Ruang udara atau operasional bandara di Israel, Qatar, Suriah, Iran, Irak, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Uni Emirat Arab dilaporkan ditutup sementara. Bandara internasional utama seperti Dubai International Airport dan Zayed International Airport di Abu Dhabi mengalami gangguan signifikan akibat situasi keamanan.
Adapun 14 negara yang masuk dalam imbauan evakuasi AS meliputi Bahrain, Mesir, Iran, Irak, Israel, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab, dan Yaman. Selain itu, wilayah Tepi Barat dan Gaza juga termasuk dalam daftar peringatan.
Sejumlah maskapai internasional mengambil langkah penangguhan penerbangan menuju kota-kota utama di kawasan. Penumpang diminta memeriksa status penerbangan secara daring sebelum menuju bandara karena potensi pembatalan mendadak.
Pemerintah AS juga membuka layanan hotline darurat 24 jam bagi warga negaranya yang membutuhkan bantuan untuk mengatur keberangkatan. Warga diminta mendaftar melalui sistem keamanan perjalanan Departemen Luar Negeri guna menerima pembaruan situasi terkini dari kedutaan atau konsulat terdekat.
Eskalasi konflik yang terjadi saat ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas regional dan konektivitas global. Penutupan jalur udara Timur Tengah, yang selama ini menjadi simpul penting penerbangan antara Eropa, Asia, dan Afrika, berpotensi memperpanjang gangguan perjalanan internasional dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah dan otoritas penerbangan di berbagai negara kini terus memantau perkembangan situasi sembari menyesuaikan kebijakan keamanan dan operasional penerbangan.
