Harga Emas Turun Tajam, Cek Harga Terbaru Semua Ukuran

2 Min Read
Jangan Lewatkan! Harga Emas Minggu Ini, Lihat Update Terbarunya! (Ilustrasi)

JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Harga emas batangan terpantau mengalami penurunan signifikan. Pada perdagangan hari ini, Selasa (24/3/2026), terpantau mengalami penurunan cukup signifikan. Penurunan ini terlihat dari harga jual dan buyback yang sama-sama terkoreksi hingga Rp50.000 per gram.

Untuk ukuran 1 gram, harga emas Antam tercatat di angka Rp2.843.000. Sementara itu, harga buyback atau harga jual kembali berada di level Rp2.560.000. Koreksi ini mempertegas tren pelemahan emas dalam beberapa hari terakhir.

Penurunan juga terlihat merata di berbagai ukuran. Emas 0,5 gram dibanderol Rp1.471.500, sedangkan ukuran 2 gram mencapai Rp5.626.000. Untuk ukuran 5 gram, harga tercatat Rp13.990.000 dan 10 gram berada di level Rp27.925.000.

Sementara itu, untuk ukuran besar, harga emas 25 gram mencapai Rp69.687.000, 50 gram sebesar Rp139.295.000, dan 100 gram menembus Rp278.512.000. Adapun ukuran jumbo 1.000 gram atau 1 kilogram kini berada di angka Rp2.783.600.000.

Jika dibandingkan dengan harga emas di Pegadaian, terlihat adanya selisih yang cukup mencolok. Untuk ukuran 1 gram, Pegadaian mematok harga Rp2.920.000, lebih tinggi sekitar Rp77.000 dibandingkan Antam.

Perbedaan harga juga terjadi di ukuran lainnya. Emas 5 gram di Pegadaian dijual Rp14.315.000, sementara ukuran 10 gram mencapai Rp28.554.000. Bahkan untuk 100 gram, Pegadaian membanderol Rp283.635.000, lebih mahal dibandingkan harga Antam.

Selisih harga ini menjadi perhatian pelaku pasar, terutama bagi investor ritel yang kerap memanfaatkan momentum penurunan harga untuk membeli emas. Perbedaan harga antar platform bisa menjadi peluang sekaligus pertimbangan dalam menentukan tempat transaksi.

Penurunan harga buyback juga menjadi sinyal penting bagi investor. Dengan buyback di angka Rp2.560.000 per gram, margin antara harga beli dan jual kembali masih cukup lebar, yang berarti investor perlu cermat dalam menentukan timing transaksi.

Kondisi ini juga dipengaruhi dinamika global, termasuk pergerakan harga emas dunia dan nilai tukar rupiah. Meski demikian, emas masih dianggap sebagai instrumen lindung nilai yang relatif aman di tengah ketidakpastian ekonomi.

Dengan tren harga yang sedang melemah, sebagian investor melihat ini sebagai momentum akumulasi. Namun, sebagian lainnya memilih menunggu stabilisasi harga sebelum kembali masuk ke pasar emas.

Editor: Sukri

Share This Article