Harlah Ke-100 NU di Istora Senayan, Gus Yahya Tegaskan Komitmen Kawal Indonesia Menuju Peradaban Mulia

3 Min Read
Puncak peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Ketua Umum PBNU Gus Yahya menegaskan komitmen NU untuk terus mengawal Indonesia menuju peradaban yang mulia. Acara ini turut dihadiri jajaran menteri dan tokoh nasional sebagai bentuk dukungan terhadap peran NU dalam menjaga persatuan bangsa.

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) berlangsung khidmat di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Ribuan warga nahdliyin memadati arena, sementara jajaran pejabat negara dan tokoh nasional hadir untuk memberikan penghormatan atas satu abad perjalanan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Sejak pagi, suasana Istora Senayan dipenuhi jamaah dan tamu undangan yang mengenakan busana serba putih, hitam, serta peci khas NU. Nuansa kebersamaan dan persatuan terasa kuat, mencerminkan semangat persaudaraan yang telah menjadi ciri utama NU sejak berdiri pada 1926.

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut menghadiri acara tersebut, di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menko PMK Pratikno, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, serta Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Mereka duduk di barisan depan bersama para tokoh nasional.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan bahwa peringatan satu abad NU menjadi momentum refleksi dan penguatan peran organisasi di tengah tantangan zaman. “NU harus terus hadir sebagai penjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. Kita mengawal Indonesia agar tetap berada di jalur peradaban yang mulia,” ujar Gus Yahya dalam sambutannya.

Selain Gus Yahya, sejumlah tokoh nasional juga menyampaikan pandangannya. Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai NU memiliki kontribusi besar dalam menjaga stabilitas bangsa. “NU selalu berada di garis depan dalam merawat persatuan dan memperkuat demokrasi. Ini aset penting bagi Indonesia,” katanya.

Dari unsur pemerintah, Menko PMK Pratikno menyebut NU sebagai mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. “NU berperan besar dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah akan terus bersinergi dengan NU untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat,” tutur Pratikno.

Peringatan Harlah ke-100 NU tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia.” Tema tersebut dinilai sejalan dengan visi NU sejak awal berdiri, yakni membangun masyarakat yang adil, toleran, dan berakhlak mulia di tengah keberagaman bangsa.

Sebagai informasi, Harlah ke-100 NU kali ini merupakan perayaan kedua berdasarkan kalender masehi. Sebelumnya, peringatan serupa digelar pada 2023, sementara versi hijriah dilaksanakan di Stadion Delta Sidoarjo dan dihadiri Presiden Joko Widodo serta Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Melalui peringatan ini, NU menegaskan kesiapan memasuki abad kedua dengan semangat pembaruan dan pengabdian bagi Indonesia.

Share This Article