Ketua MPR di Harlah NU Ke- 100: NU Kuat, Jamaah Sejahtera

2 Min Read
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, saat sambutan di acara harlah 100 tahun NU (Foto/Hadi)

JAKARTA, NOLESKABAR.COM– Ketua MPR Ahmad Muzani menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) yang kuat menjadi kunci Indonesia maju. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri Harlah NU ke-100 di Istora Senayan, Sabtu (31/1).

Menurut Muzani, kekuatan NU menentukan masa depan Indonesia, dan kesejahteraan jamaah NU menjadi fokus utama. Ia menilai NU bukan sekadar organisasi keagamaan, tetapi juga motor penggerak ekonomi, sosial, dan kesejahteraan jamaah.

“NU kuat, Indonesia kuat. Kalau NU lemah, negara sulit berkembang,” ujarnya, Sabtu, 31 Januari 2026, menegaskan peran strategis Nahdlatul Ulama bagi bangsa.

Salah satu indikator kekuatan NU adalah kesejahteraan jamaah NU. Dengan perhatian terhadap kesejahteraan jamaah NU, organisasi bisa menjadi pilar Indonesia yang tangguh.

“NU akan kokoh jika jamaah sehat, makan cukup, memiliki pekerjaan, dan dompet aman,” kata Muzani.

Menurut Muzani, Sejarah Nahdlatul Ulama menunjukkan peran besar NU dalam perjuangan bangsa. Banyak kyai NU berperan aktif dalam kemerdekaan Indonesia, menjadi simbol persatuan dan pembela jamaah NU di masa sulit.

Muzani menegaskan bahwa peran NU tidak berhenti setelah kemerdekaan. Nahdlatul Ulama harus terus menjadi penopang persatuan Indonesia, menjaga nilai Pancasila, dan memastikan kesejahteraan jamaah NU tetap terjaga.

Harlah NU ke-100 menjadi momentum bagi NU untuk memperkuat posisi organisasi dalam pembangunan Indonesia. Melalui perayaan ini, NU menegaskan peran strategisnya bagi kesejahteraan jamaah dan masyarakat luas.

NU juga harus adaptif menghadapi tantangan zaman. “Nahdlatul Ulama harus berperan aktif dalam pendidikan, ekonomi, dan sosial agar kesejahteraan jamaah NU meningkat, dan Indonesia makin kuat,” kata Muzani.

Muzani menekankan pentingnya internal organisasi yang sehat. “NU yang stabil mampu mengamankan kesejahteraan jamaah dan posisi Nahdlatul Ulama di tingkat nasional,” ujarnya.

Ia mengajak pengurus dan anggota NU menjadi agen perubahan yang membawa kesejahteraan jamaah NU, memperkuat ekonomi, dan menegakkan persatuan Indonesia.

“NU kuat, rakyat sejahtera, Indonesia makmur,” tutupnya.

Editor: Sukri

Share This Article