JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bertahan di zona hijau pada perdagangan Selasa (27/1/2026). Meski kenaikannya terbatas, IHSG ditutup menguat 0,055 persen atau bertambah 4,90 poin ke level 8.980,23, menjaga posisi indeks tetap dekat dengan area tertinggi tahunannya.
Posisi ini membuat pelaku pasar mulai menyoroti peluang IHSG untuk kembali menguji level resistance utama dan membuka potensi rekor baru dalam waktu dekat, jika sentimen global dan arus dana asing tetap mendukung.
Kenaikan IHSG ditopang oleh penguatan saham-saham berkapitalisasi besar. Indeks LQ45 naik 0,72 persen ke level 876,12, sementara IDX30 melonjak 1,42 persen ke posisi 444,17. Aksi beli pada saham unggulan menandakan rotasi dana ke saham-saham likuid masih berlanjut.
Indeks tematik berbasis keberlanjutan juga mencatat kinerja impresif. SRI-KEHATI melesat 2,74 persen ke level 377,73, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap saham-saham berbasis ESG yang dinilai lebih defensif di tengah ketidakpastian global.
Secara intraday, IHSG bergerak dalam rentang 8.873,48 hingga 8.980,23. Area tertinggi hari ini kembali menjadi resistance jangka pendek, menandakan indeks masih membutuhkan katalis tambahan untuk menembus level psikologis berikutnya.
Sentimen eksternal turut menopang pergerakan pasar domestik. Bursa Asia mayoritas menguat, dengan KOSPI melonjak 2,73 persen, Hang Seng naik 1,35 persen, dan Nikkei 225 menguat 0,85 persen. Penguatan regional ini memperkuat optimisme investor di pasar Indonesia.
Dari Amerika Serikat, Wall Street juga ditutup positif. Dow Jones Industrial Average naik 0,70 persen dan S&P 500 menguat 0,24 persen. Kinerja positif bursa AS ikut menjaga sentimen risk-on di pasar global.
Secara year to date (YTD), IHSG masih bergerak dekat area tertinggi tahunan, dengan rentang 5.882,61 hingga 9.174,47. Analis menilai posisi ini membuka peluang bagi IHSG untuk kembali menguji level puncak, seiring fokus investor pada arus dana asing, kinerja saham unggulan, serta rilis data ekonomi global.
Ke depan, arah pergerakan IHSG akan sangat ditentukan oleh kemampuan indeks mempertahankan momentum penguatan. Jika sentimen tetap kondusif, peluang lanjutan reli masih terbuka. Namun, jika tekanan global meningkat, pasar berpotensi kembali masuk fase konsolidasi jangka pendek.
