IHSG Anjlok 2,08%, Investor Panik di Tengah Gejolak Global

3 Min Read
IHSG Anjlok 2,08%, Investor Panik di Tengah Gejolak Global (Ilustrasi)

JAKARTA, NOLESKABAR.COM– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,08 persen pada penutupan perdagangan Jumat (6/2/2026), merosot 168,62 poin ke level 7.935,26 dari posisi sebelumnya 8.103,88. Penurunan ini menjadi alarm bagi investor, menandakan tekanan signifikan di pasar saham domestik.

Rentang harian IHSG menunjukkan fluktuasi tajam, dari titik terendah 7.861,69 hingga tertinggi intraday 8.025,14, menandakan ketidakpastian investor sepanjang sesi perdagangan. Tren turun ini memperpanjang tekanan yang dirasakan pasar dalam beberapa pekan terakhir.

Saham-saham unggulan dalam LQ45 juga ikut merosot, ditutup di level 815,58, turun 1,66 persen, sementara indeks IDX30 kehilangan 1,47 persen ke posisi 426,24. Blue chip yang biasanya stabil kali ini mengalami tekanan jual masif.

Tekanan tidak hanya terjadi di bursa domestik. Bursa global juga menunjukkan gejolak. Dow Jones Industrial Average turun 1,20 persen ke 48.908,72, S&P 500 melemah 1,23 persen ke 6.798,40, dan DAX Jerman terkoreksi 0,61 persen ke 24.640,12.

Di Asia, pergerakan juga suram. Nikkei 225 turun 0,81 persen ke 54.253,68, sementara Hang Seng tertekan 1,21 persen ke 26.559,95. KOSPI Korea Selatan melemah 1,44 persen ke 5.089,14, mencerminkan kekhawatiran investor regional terhadap kondisi ekonomi global.

Indeks Sri-Kehati, yang mencerminkan saham-saham ESG, ikut anjlok 1,60 persen ke 379,63, sementara PEFINDO i-Grade turun 1,60 persen ke 212,66, menunjukkan sentimen negatif tidak hanya pada saham, tapi juga obligasi korporasi berkualitas.

Rentang tahunan IHSG tetap lebar, dari 5.882,61 hingga 9.174,47, namun penurunan tajam hari ini menjadi sinyal bahwa tekanan likuiditas dan aksi jual investor asing masih membebani pasar.

Analis menilai, aksi jual hari ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian ekonomi global, termasuk fluktuasi harga komoditas dan volatilitas pasar saham AS dan Asia. Saham keuangan, teknologi, dan infrastruktur menjadi sektor yang paling terpukul.

Dengan IHSG turun tajam 2,08 persen, level psikologis 8.000 gagal dipertahankan, membuka risiko koreksi lanjutan jika tekanan jual tidak mereda. Investor dihimbau tetap waspada dan hati-hati mengambil keputusan di tengah gejolak pasar global.

Meski terjadi penurunan signifikan, peluang rebound masih ada, namun dibutuhkan sentimen positif dari inflow modal asing, stabilitas komoditas, dan data ekonomi domestik yang menguat untuk menahan IHSG dari anjlok lebih dalam.

Abdi

Share This Article