Indonesia–Mongolia Perkuat Kemitraan Strategis, Siap Bawa Hubungan Bilateral ke Babak Baru

3 Min Read
Indonesia–Mongolia Perkuat Kemitraan Strategis, Siap Bawa Hubungan Bilateral ke Babak Baru.

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Indonesia dan Mongolia menegaskan komitmen untuk membawa kemitraan bilateral ke babak baru melalui pertemuan konsultasi politik yang digelar di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, jumat (27/2/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, dan Wakil Menteri Luar Negeri Mongolia, Amartuvshin Gombosuren. Keduanya membahas tren positif hubungan bilateral serta peluang perluasan kerja sama di berbagai sektor strategis.

Dalam keterangannya, Wamenlu Tata menekankan bahwa potensi kerja sama kedua negara masih sangat luas, terutama di bidang perdagangan, investasi, dan kemitraan bisnis. Ia menyoroti pentingnya peningkatan keterlibatan pelaku usaha melalui nota kesepahaman antarkamar dagang.

“Peningkatan engagement pelaku usaha menjadi kunci dalam memperluas perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Mongolia,” ujar Tata, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan resmi.

Selain sektor ekonomi, kedua pihak juga menyoroti peluang kerja sama di bidang pertahanan, pertanian, pendidikan, kesehatan, pariwisata, hubungan antarmasyarakat, serta ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai fondasi kemitraan jangka panjang.

Di sektor pertanian, Indonesia dinilai mampu berperan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Mongolia melalui pelatihan pertanian berkelanjutan dan penguatan sistem produksi pangan yang ramah lingkungan.

Sementara di bidang pendidikan, kerja sama diperkuat melalui berbagai program beasiswa Indonesia, seperti The Indonesian Aid Scholarship (TIAS), Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI), serta program Kemitraan Negara Berkembang (KNB) bagi mahasiswa dan diplomat Mongolia.

Kedua negara juga sepakat menjajaki pembentukan dialog perencanaan kebijakan guna memperdalam koordinasi strategis, termasuk pertukaran pandangan mengenai dinamika kawasan Indo-Pasifik dan isu-isu global.

Pertemuan ini sekaligus bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara serta menjadi tindak lanjut dari nota kesepahaman konsultasi politik yang ditandatangani pada Mei 2025. Total perdagangan Indonesia Mongolia pada 2025 tercatat mencapai 56 juta dolar AS dengan tren pertumbuhan yang positif.

Sebagai simbol kedekatan hubungan budaya, Indonesia juga menjadi tuan rumah satu-satunya Pusat Kebudayaan Mongolia di Asia Tenggara yang berlokasi di Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Pengamat hubungan internasional menilai penguatan kemitraan ini sebagai langkah strategis. “Kerja sama Indonesia dan Mongolia menunjukkan arah diplomasi yang semakin inklusif dan adaptif terhadap tantangan global. Jika ditindaklanjuti secara konsisten, kemitraan ini berpotensi memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat kedua negara,” ujarnya.

Share This Article