SURABAYA, NOLESKABAR.COM – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan pentingnya memperkuat hubungan ekonomi dan diplomatik antara Jepang dan Jawa Timur. Hal tersebut disampaikannya dalam peringatan Hari Ulang Tahun Kaisar Jepang ke-66 yang digelar di Surabaya, Rabu (11/2/2026). Menurut Emil, kerja sama yang telah terjalin selama ini harus terus dipelihara dan ditingkatkan demi menghadapi tantangan global.
Dalam sambutannya, Emil menyampaikan bahwa kondisi ekonomi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian. Oleh karena itu, sinergi antara Jawa Timur dan Jepang menjadi sangat penting untuk saling menguatkan. Ia berharap hubungan kedua pihak tidak hanya berkembang di bidang ekonomi, tetapi juga di sektor pendidikan, budaya, dan teknologi.
Emil juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur, di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, selalu memberikan perhatian besar terhadap kerja sama internasional, khususnya dengan Jepang. Bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program kerja sama, termasuk konsep sister province dan kolaborasi dengan berbagai lembaga di Jepang.
Hubungan yang harmonis ini telah memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah. Saat ini, tercatat sekitar 150 perusahaan asal Jepang beroperasi di Jawa Timur. Keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut tidak hanya memperkuat sektor industri, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
Selain itu, investasi Jepang di Jawa Timur melalui skema Penanaman Modal Asing (PMA) sejak 2010 telah mencapai lebih dari 5 miliar dolar Amerika Serikat. Investasi tersebut mampu menyerap sekitar 178 ribu tenaga kerja, sehingga berkontribusi besar dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan, kerja sama juga terus dikembangkan. Emil mengungkapkan bahwa pada 2026, SMK Puger Jember akan mengirimkan 75 lulusannya untuk bekerja di Jepang. Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jawa Timur agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Pengamat ekonomi regional, Ahmad Prasetyo, menilai bahwa hubungan Jawa Timur dan Jepang merupakan contoh kerja sama luar negeri yang efektif. Menurutnya, sinergi tersebut tidak hanya menguntungkan investor, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat. “Kolaborasi ini perlu terus dijaga agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Emil menegaskan bahwa warga dan perusahaan Jepang yang berada di Jawa Timur merupakan bagian dari keluarga besar provinsi tersebut. Ia mengajak semua pihak untuk terus bekerja sama dengan semangat persaudaraan. “Kita adalah satu keluarga yang berikhtiar bersama untuk membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
