BANGKALAN, NOLESKABAR.COM– Aksi pencurian sapi kembali terjadi di Kabupaten Bangkalan. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di Desa Padurungan, Kecamatan Tanah Merah, pada Kamis (16/4/2026) dini hari dan kembali membuat warga resah.
Pemilik sapi, Hosairi, mengungkapkan bahwa sekitar pukul 01.00 WIB, sapi miliknya masih berada di kandang seperti biasa. Namun saat pagi hari sekitar pukul 04.30 WIB, satu ekor sapi betina miliknya sudah raib tanpa jejak.
“Jam satu malam masih ada, pas jam 4 pagi istri membangunkan saya bahwa sapinya hilang,” ungkapnya, Minggu (19/4/2026).
Raibnya sapi tersebut pertama kali diketahui oleh istrinya, Tibeh, yang kemudian membangunkan pelapor saat kejadian berlangsung.
Dalam kejadian tersebut, diduga pelaku beraksi dengan cepat dan terencana. Bahkan, pintu rumah korban disebut sempat ditutup menggunakan benda keras yang diduga senjata tajam, sehingga menyulitkan akses dan memperlambat respons warga sekitar.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian melalui Surat Tanda Terima Laporan/Pengaduan Masyarakat (STTLP) dengan nomor LPM/20/RESKRIM/IV/2026/SPKT/POLSEK TANAH MERAH/POLRES BANGKALAN.
Dalam kronologi laporan disebutkan, pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 04.30 WIB, pelapor yang sedang tidur di dalam kamar rumahnya di Dusun Bara’alah, Desa Padurungan, dibangunkan oleh istrinya yang memberitahu bahwa sapi di kandang telah hilang.
Pelapor kemudian keluar rumah untuk memeriksa kandang dan mendapati satu ekor sapi betina miliknya sudah tidak ada. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp18.000.000 dan langsung melaporkan peristiwa itu ke Polsek Tanah Merah.
Kepala Desa Padurungan, Syaifullah, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan laporan sudah resmi dilayangkan ke pihak kepolisian.
“Laporan sudah kami sampaikan ke pihak kepolisian. Kami sangat berharap sapi dan pelakunya segera ditemukan,” ujarnya.
Meski hingga saat ini pelaku belum berhasil diungkap, Syaifullah tetap menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Bangkalan yang telah merespon laporan masyarakat.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Polres Bangkalan yang sudah merespon laporan ini. Harapan kami tentu kasus ini bisa segera terungkap,” tambahnya.
Ia menegaskan, kasus pencurian sapi sangat meresahkan masyarakat, terutama petani di wilayah Tanah Merah. Sapi bukan hanya hewan ternak, tetapi juga aset penting yang menopang perekonomian warga desa. Jika tidak segera ditangani, ia khawatir kejadian serupa akan terus berulang dan semakin merajalela di wilayah tersebut.
“Kalau tidak segera ditangani serius, kami khawatir kejadian seperti ini akan terus terjadi dan meresahkan masyarakat, khususnya para petani,” imbuhnya.
Diketahui, Polres Bangkalan sebelumnya juga telah berhasil mengungkap kasus pencurian sapi dengan mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti sapi betina hasil curian yang diduga berasal dari Desa Janteh, Kecamatan Kwanyar.
Atas pengungkapan tersebut, pihak desa kembali menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Bangkalan dan Kasat Reskrim Polres Bangkalan atas respon cepat dalam menindak laporan masyarakat.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolres Bangkalan dan Kasat Reskrim atas respon cepat dari masyarakat bawah. Karena pencurian sapi ini sangat meresahkan peternak, di kecamatan Tanah Merah, dan Kwanyar,” ujarnya.
Ia juga berharap kasus ini tidak berhenti pada dua orang yang telah diamankan, tetapi terus dikembangkan untuk mengungkap pelaku lain maupun kemungkinan TKP lainnya, termasuk di Kecamatan Tanah Merah.
“Jangan sampai dua orang yang sudah diamankan ini bisa bebas begitu saja. Tolong dikembangkan ke pelaku lain dan TKP lainnya. Kami dari kepala desa di wilayah Tanah Merah dan Kwanyar mendukung penuh Polres Bangkalan untuk terus mengungkap kasus ini,” tegasnya.
“Terima kasih kepada Polres Bangkalan dan jajaran Reskrim. Bravo, besar harapan kasus hilangnya sapi di desa kami juga bisa terungkap,” pungkasnya.
Penulis: Syah
