BANGKALAN,NOLESKABAR.COM-Kerusakan bangunan sekolah di Kabupaten Bangkalan kembali menjadi perhatian serius Komisi IV DPRD Bangkalan, menyusul sejumlah sekolah yang dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga ambruk dan sempat viral di media sosial.
Ketua Komisi IV DPRD Bangkalan, Rokib, mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap sekolah yang mengalami kerusakan, baik rusak ringan, sedang, maupun berat, agar penanganan bisa dilakukan secara tepat dan tidak menunggu hingga terjadi insiden.
“Sekolah rusak ini bukan hanya soal bangunan, tapi menyangkut keselamatan anak-anak. Data kerusakan harus jelas agar perbaikannya tepat sasaran,” tegas Rokib. Jumat, 30 Januari 2026 ketika dikonfirmasi melalui saluran telepon.
Ia juga menyoroti masih adanya sekolah rusak yang belum bisa mendapat bantuan akibat status lahan yang belum tuntas, sehingga menghambat proses perbaikan fasilitas pendidikan.
“Kasihan anak-anak. Sekolahnya rusak, tapi tidak bisa diperbaiki karena status tanahnya belum jelas. Kalau bisa diselesaikan, ya segera diselesaikan,” ujarnya.
Diketahui dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah sekolah dasar di Bangkalan sempat viral karena kondisi bangunannya rusak parah hingga ambruk. Di antaranya SDN Kajuanak 4, SDN Tlagah 02, dan SDN Kramat 01.
Akibat kerusakan tersebut, kegiatan belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke rumah warga, emperan sekolah, hingga musholla demi menjaga proses pembelajaran tetap berjalan.
Selain itu, terdapat pula sekolah yang sempat viral karena persoalan status lahan bersengketa, yakni SDN Balung 01 dan SDN Lerpak 02, yang hingga kini belum bisa diusulkan untuk program revitalisasi bangunan sekolah.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan menyampaikan bahwa saat ini data kerusakan sekolah masih dalam proses verifikasi untuk menentukan skala prioritas penanganan.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdik Bangkalan, Ali Yusri, menjelaskan bahwa pendataan dilakukan dengan mengonfirmasi langsung ke sekolah-sekolah agar perbaikan yang dilakukan benar-benar menyasar sekolah yang paling membutuhkan.
“Kami terus melakukan pembaruan data agar intervensi perbaikan dan revitalisasi bisa efektif,” ujarnya.
Ali Yusri mengatakan, pada tahun 2026, sebanyak 113 Sekolah Dasar di Bangkalan bakal mendapat bantuan revitalisi, Ia memastikan seluruh sekolah yang masuk program tersebut memiliki status lahan yang tidak bersengketa.
“Sekolah yang lahannya masih bermasalah belum bisa diusulkan dalam program revitalisasi,” tandasnya.
Penulis: Syah
