NOLESKABAR.COM – KH Mahrus Aly Lirboyo dikenal luas sebagai salah satu ulama besar yang memiliki kedalaman ilmu dan spiritualitas tinggi. Beliau bukan hanya sosok pendidik umat, tetapi juga teladan dalam kesederhanaan dan ketawadhuan. Salah satu kisah tentang beliau yang paling terkenal hingga kini adalah peristiwa mobil tenggelam di sungai, namun seluruh penumpangnya selamat tanpa setetes air pun masuk ke dalam kendaraan.
KH Mahrus Aly lahir pada tahun 1906 di Dusun Gedongan, Astanajapura, Cirebon. Beliau merupakan putra dari KH Aly bin Abdul Aziz dan Hasinah binti Kiai Sa’id. Sejak muda, beliau dikenal sebagai pribadi yang alim, rendah hati, dan lebih banyak menunjukkan keteladanan melalui perbuatan daripada ucapan.
Dalam kesehariannya, Mbah Mahrus hidup sederhana dan penuh keikhlasan. Beliau mengabdikan hidupnya untuk mengajar, membimbing santri, serta memperkuat akhlak umat. Kedekatannya dengan Allah SWT terlihat dari ketekunan ibadah dan sikap sabarnya dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Suatu hari, KH Mahrus Aly melakukan perjalanan bersama rombongan melewati wilayah Sembayat, Gresik. Mereka menggunakan mobil dan berjalan dalam konvoi bersama beberapa kendaraan lain. Saat itu, perjalanan berlangsung normal tanpa firasat buruk sedikit pun.
Namun di tengah perjalanan, sopir yang mengantuk kehilangan kendali. Dalam hitungan detik, mobil yang ditumpangi KH Mahrus Aly meluncur keluar jalur dan tercebur ke Sungai Bengawan Solo, sungai besar dan dalam yang dikenal memiliki arus kuat. Mobil tersebut tenggelam bersama seluruh penumpangnya.
Rombongan lain yang menyaksikan kejadian itu langsung panik. Upaya pertolongan tidak bisa dilakukan karena kondisi sungai yang berbahaya. Akhirnya, mereka memutuskan memanggil mobil derek dari Surabaya, meskipun harus menunggu berjam-jam dalam kecemasan.
Selama penantian, suasana dipenuhi rasa takut dan doa. Secara logika, hampir mustahil seseorang bisa bertahan hidup berjam-jam di dalam mobil yang tenggelam tanpa udara. Banyak yang mulai pasrah, namun tetap berharap pada pertolongan Allah SWT.
Setelah derek tiba, mobil yang tenggelam itu perlahan diangkat dari dasar sungai. Semua orang menahan napas saat pintu kendaraan dibuka. Yang terjadi kemudian membuat banyak orang terdiam dan tak percaya pada apa yang mereka lihat.
Seluruh penumpang keluar dalam keadaan selamat, dan lebih mengejutkan lagi, tidak ada setetes air pun di dalam mobil. KH Mahrus Aly tampak tenang, bahkan masih sempat merokok sambil berkata dengan ringan, “Ternyata merokok menghidupkanmu, tidak membunuhmu.”
Bagi masyarakat, peristiwa ini menjadi bukti karomah dan kedekatan KH Mahrus Aly dengan Allah SWT. Namun bagi beliau sendiri, semua itu hanyalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang ikhlas. Kisah ini terus hidup sebagai pengingat bahwa ketakwaan, kesabaran, dan keikhlasan akan selalu berbuah perlindungan dan keberkahan.
