Kisah Pilu Pria 50 Tahun Asal Bangkalan, Hilang dan Ditemukan Gantung Diri

2 Min Read
Kisah Pilu Pria 50 Tahun Asal Bangkalan, Hilang dan Ditemukan Gantung Diri (Ilustrasi)

BANGKALAN ,NOLESKABAR.COM-Sebuah tragedi menyayat hati terjadi di Desa Parseh, Kecamatan Socah. SD (50), seorang pria paruh baya, ditemukan meninggal dunia tergantung di pohon di wilayah Kecamatan Tragah, Selasa (17/2/2026).

Keluarga korban SD merasa sangat terpukul. Menurut adiknya, SD berpamitan untuk mengambil ayam di sekitar rumah. Namun ia tak pernah kembali. Kecemasan keluarga pun berubah menjadi ketakutan saat pencarian awal gagal membuahkan hasil.

Beberapa hari kemudian, sebuah temuan mengerikan mengguncang warga desa. Seorang pemancing menemukan tubuh SD tergantung, leher terikat di dahan pohon. Kengerian itu segera menyebar melalui grup WhatsApp desa, membuat warga dan keluarga terhenyak.

Warga bersama keluarga berupaya menurunkan jenazah dengan peralatan seadanya sebelum melaporkan kejadian ke Polsek setempat. Pemandangan ini meninggalkan kesan pilu dan menyayat hati, karena upaya terakhir untuk menyelamatkan SD tak berhasil.

Polisi, yang dipimpin Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, datang bersama tim Inafis dan tenaga medis untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dugaan sementara, korban meninggal akibat gantung diri,” ujar Ipda Agung. Pernyataan ini membuat banyak warga terhenyak dan bertanya-tanya tentang kondisi psikologis SD sebelum kejadian.

Keluarga korban menerima musibah ini sebagai takdir. Mereka menolak dilakukan autopsi, namun duka mereka terasa mendalam. Sosok SD, yang dikenal sederhana, kini hanya meninggalkan kenangan dan pertanyaan.

Ipda Agung pun memberikan imbauan yang menyentak nurani. “Kami mengimbau masyarakat untuk peduli pada kondisi psikologis anggota keluarga. Tanda-tanda depresi jangan diabaikan,” tegasnya.

Kisah tragis SD mengingatkan kita, betapa rapuhnya mental manusia meski terlihat kuat di luar. Hanya sedikit perhatian dan komunikasi yang bisa menjadi penyelamat dari tragedi yang tak terduga.

Untuk itu, Masyarakat diimbau selalu peduli pada kondisi psikologis keluarga. Jangan abaikan tanda depresi atau kesulitan mental. Segera berikan perhatian, dukungan, dan bantuan profesional agar tragedi seperti yang menimpa SD di Bangkalan tidak terulang lagi.

Penulis: Syah

Share This Article