Longsor Bandung Barat Hari Ketiga, 9 Tewas, 81 Warga Masih Dalam Pencarian

3 Min Read
Longsor di Bandung Barat memasuki hari ketiga. Hingga kini 9 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 81 warga masih dalam proses pencarian oleh tim SAR di tengah medan berat dan cuaca yang menantang. Upaya evakuasi terus dilakukan.

BANDUNG, NOLESKABAR.COM- Operasi pencarian dan pertolongan korban bencana tanah longsor di Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, telah memasuki hari ketiga, pada Minggu (25/1/2026).

Hingga siang hari, tim SAR gabungan menemukan sembilan korban meninggal dunia, sementara puluhan warga lainnya masih dinyatakan hilang.

Berdasarkan data sementara per pukul 12.00 WIB, tercatat 23 orang berhasil selamat dari peristiwa tersebut. Namun, sebanyak 81 warga dilaporkan masih dalam pencarian, sehingga total korban terdampak mencapai 113 jiwa. Jumlah tersebut masih bersifat sementara dan terus diverifikasi oleh petugas di lapangan.

Dari sembilan korban meninggal dunia, lima jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara itu, empat korban lainnya masih berada di Posko Disaster Victim Identification (DVI) guna proses identifikasi lebih lanjut.

Tim SAR gabungan terus mengerahkan personel dan alat berat untuk mempercepat proses evakuasi. Namun, kondisi tanah yang masih labil serta potensi longsor susulan menjadi tantangan besar dalam operasi pencarian, sehingga petugas harus bekerja dengan ekstra hati-hati demi keselamatan tim di lapangan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat bersama unsur TNI, Polri, relawan, dan instansi terkait lainnya masih melakukan pendataan lanjutan, baik terhadap korban maupun rumah dan fasilitas umum yang terdampak bencana.

Selain proses pencarian korban hilang, petugas juga melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi lereng di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan, mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih tergolong tinggi.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan bahwa bencana longsor dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Peristiwa longsor dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB, saat sebagian besar warga masih berada di dalam rumah.

Kabupaten Bandung Barat saat ini masih berada dalam Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem, dan Tanah Longsor. Status tersebut ditetapkan melalui Keputusan Bupati Bandung Barat Nomor 100.3.3.2/Kep.359-BPBD/2025 yang berlaku sejak 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025 yang berlaku mulai 15 September 2025 hingga 30 April 2026.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi, serta segera melapor kepada aparat setempat apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah.

Operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan, dengan mengutamakan keselamatan petugas serta memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan stabilitas tanah di lokasi bencana.

Penulis: Dohir

Share This Article