Mahfud MD Hadir di UTM, Bahas Demokrasi, Hukum dan Tantangan Digitalisasi

3 Min Read
Mahfud MD Hadir di UTM, Bahas Demokrasi, Hukum dan Tantangan Digitalisasi (Ilustrasi)

BANGKALAN,NOLESKABAR.COM– Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menghadirkan Prof. Dr. Mahfud M.D., mantan Ketua Mahkamah Konstitusi dan Menteri Pertahanan, dalam kuliah umum yang membahas dinamika demokrasi, hukum, dan tantangan era digital.

Acara yang dihadiri mahasiswa, dosen, guru besar, serta unsur Forkopimda ini menjadi salah satu momentum penting bagi UTM untuk memperkuat posisi sebagai pusat pendidikan tinggi unggulan di Madura.

Dalam materinya, Prof. Mahfud menyinggung penurunan indeks demokrasi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Kriminalisasi pendapat di media sosial dan meningkatnya hujatan terhadap individu berpendapat menjadi indikator yang mengkhawatirkan bagi kualitas demokrasi di tanah air.

Prof. Mahfud juga menyinggung wacana pemilihan kepala daerah secara tidak langsung melalui DPRD. Menurutnya, kebijakan ini berpotensi melemahkan partisipasi rakyat dalam proses demokrasi lokal dan menurunkan rasa kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan.

Selain membahas demokrasi, Prof. Mahfud berbagi pengalaman dalam pembangunan pendidikan tinggi di Madura. Ia menekankan pentingnya universitas negeri memiliki minimal lima fakultas, dengan fakultas eksakta lebih dominan, agar bisa memenuhi standar pendidikan tinggi yang berkualitas.

Dalam kesempatan ini, Prof. Mahfud memperkenalkan konsep Pembelajaran Lampau (PFL). Program ini memungkinkan pengalaman kerja profesional mahasiswa diakui sebagai kredit pendidikan sehingga mereka tidak harus memulai studi dari awal, membuat pendidikan lebih efisien dan relevan.

Rektor UTM, Prof, Dr. Safi, menyambut positif kuliah umum ini. “Kami sangat bangga bisa menghadirkan Prof. Mahfud M.D. di UTM. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa dan dosen, tetapi juga menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Madura,” ujar Dr. Safi. Jumat, (13/2/2026).

Kehadiran tokoh nasional ini sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa dan akademisi UTM untuk berdiskusi langsung tentang tantangan demokrasi dan hukum di era digital, serta peluang pengembangan pendidikan tinggi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Prof. Mahfud menutup sesi kuliah umum dengan pesan penting tentang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pendidikan, demokrasi, dan digitalisasi harus berjalan seiring agar Indonesia mampu menghadapi tantangan global.

Acara ini menegaskan komitmen Universitas Trunojoyo Madura untuk terus menghadirkan tokoh nasional dan membuka ruang diskusi strategis bagi mahasiswa, memperkuat peran UTM sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan di Madura.

Penulis: Syah

Share This Article