BANGKALAN, NOLESKABAR.COM– Sejumlah pelanggan PDAM di Desa Tanah Merah Dajah, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, mengeluhkan terganggunya distribusi air bersih sejak Kamis (6/2/2026). Hingga Senin (9/2/2026), aliran air dilaporkan belum kembali normal.
Khoirul Anwar, salah satu warga mengaku kecewa karena air merupakan kebutuhan utama sehari-hari, sementara mereka tetap menjalankan kewajiban membayar tagihan PDAM secara rutin setiap bulan.
“Air tidak mengalir sejak Kamis, sampai sekarang belum ada perbaikan. Padahal kami aktif bayar,” keluh salah satu pelanggan PDAM di Tanah Merah Dajah.
Warga berharap PDAM Bangkalan lebih tanggap dalam menangani gangguan layanan, mengingat ketergantungan masyarakat terhadap pasokan air bersih sangat tinggi. Mereka juga meminta agar pelayanan ke depan bisa lebih cepat dan responsif.
“Jangan dibiarkan terlalu lama, Gangguan ini sangat menghambat aktivitas rumah tangga warga,” tegasnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur PDAM Bangkalan, Sjobirin Hasan, menjelaskan bahwa gangguan layanan terjadi akibat kerusakan teknis di Unit Tanah Merah. Saat ini pihaknya tengah mengupayakan perbaikan dengan mengganti pompa yang mengalami kerusakan.
“Unit Tanah Merah sedang ada kerusakan. Diupayakan diatasi dengan penggantian pompa. Saat ini masih dalam proses pembelian pompa dan ditargetkan besok sudah bisa beroperasi kembali,” ujarnya. Senin (9/2/2026).
Sebagai langkah sementara, PDAM Bangkalan melakukan dropping air bersih secara gratis kepada pelanggan terdampak, agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama aliran terganggu.
“Diatasi dengan dropping air secara gratis supaya pelanggan tetap memiliki persediaan air selama aliran terganggu,” tambahnya.
Atas gangguan tersebut, PDAM Bangkalan menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan, khususnya warga Desa Tanah Merah Dajah, dan berharap layanan dapat segera normal.
“Kami mohon maaf atas terjadinya gangguan layanan ini. Mohon doanya agar layanan kami segera normal kembali,” pungkasnya.
Penulis: Syah
