JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor untuk menyukseskan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 menuju Sumatera Barat. Langkah ini dinilai krusial guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan lancar selama periode mudik dan balik Idul Fitri.
Dalam keterangannya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Dudy menyampaikan bahwa kesiapan daerah menjadi faktor utama menghadapi lonjakan pemudik. Ia menekankan bahwa koordinasi lintas instansi harus dilakukan sejak dini.
“Sumatera Barat dikenal sebagai daerah dengan jumlah perantau yang besar. Setiap menjelang Idul Fitri, terjadi arus kedatangan yang sangat signifikan dari berbagai daerah menuju kampung halaman,” ujar Dudy, sabtu (28/2/2026).
Menurut Dudy, penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 menuntut kesiapan yang matang, responsif, dan terintegrasi. Seluruh pihak harus memiliki komitmen yang sama dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik.
Menhub bersama Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah sepakat memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Kerja sama tersebut mencakup perencanaan transportasi, pengamanan, hingga pelayanan publik bagi pemudik.
Berdasarkan survei potensi pergerakan, sekitar 1,88 juta warga Sumatera Barat diperkirakan melakukan perjalanan selama Lebaran 2026. Sementara arus terbesar berasal dari Jawa Tengah, dengan jutaan orang menuju wilayah Ranah Minang.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Kementerian Perhubungan memastikan kesiapan seluruh simpul transportasi. Bandara, terminal, pelabuhan, serta armada angkutan umum diwajibkan menjalani pemeriksaan kelayakan.
“Monitoring angkutan Lebaran harus dilakukan secara intensif, termasuk ramp check armada dan pemeriksaan pengemudi, agar keselamatan tetap terjaga,” tegas Dudy.
Selain itu, pengamanan akan diperkuat bersama Kepolisian Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia. Posko terpadu, layanan kesehatan, serta pusat informasi disiapkan di titik-titik strategis.
Pemerintah daerah juga diminta mengoptimalkan masjid dan unit penimbangan kendaraan sebagai rest area. Fasilitas seperti parkir gratis, toilet bersih, air bersih, dan penerangan menjadi perhatian utama demi kenyamanan pemudik.
Dalam menghadapi potensi bencana seperti banjir dan longsor, Dudy mendorong daerah menyiapkan jalur alternatif dan pos mitigasi. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional jika terjadi gangguan di jalur utama.
“Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, aparat, dan masyarakat adalah kunci utama. Dengan kerja sama yang solid, kami optimistis angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan berkeselamatan,” pungkas Dudy.
