Prabowo Gelontorkan Rp4 Triliun untuk Benahi 1.800 Perlintasan Kereta di Jawa

2 Min Read
Presiden Prabowo Subianto menyiapkan anggaran Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 perlintasan kereta di Pulau Jawa guna meningkatkan keselamatan transportasi publik.

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Pemerintah mengambil langkah besar untuk meningkatkan keselamatan transportasi publik. Presiden Prabowo Subianto menyiapkan anggaran hampir Rp4 triliun guna memperbaiki sekitar 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa yang selama ini dinilai rawan kecelakaan. Selasa (28/4/2026).

Keputusan ini disampaikan Prabowo saat meninjau korban kecelakaan kereta di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid. Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah.

“Kita perhitungkan sekitar Rp4 triliun demi keselamatan,” ujarnya.

Menurut Presiden, ribuan perlintasan tersebut merupakan infrastruktur lama, sebagian besar peninggalan era kolonial, yang belum mendapat penanganan menyeluruh selama puluhan tahun. Banyak di antaranya bahkan belum dilengkapi sistem penjagaan, sehingga berisiko tinggi terjadi kecelakaan.

Untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah menyiapkan dua skema utama, yakni pembangunan pos penjagaan serta pembangunan jembatan layang (flyover) di titik-titik padat.

“Saya perintahkan segera diperbaiki semua lintasan, apakah dengan pos jaga atau flyover,” tegas Prabowo.

Khusus wilayah Bekasi, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan flyover melalui skema bantuan presiden, mengingat tingginya kepadatan lalu lintas dan urgensi penanganan di kawasan tersebut.

Langkah ini juga menjadi respons atas kecelakaan kereta yang terjadi di sekitar Stasiun Bekasi Timur, yang menelan korban jiwa. Berdasarkan data terbaru, insiden tersebut mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Sebagai bentuk tanggung jawab, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh biaya pengobatan korban luka dan pemakaman korban meninggal dunia ditanggung penuh oleh pihak asuransi bersama KAI.

Selain itu, KAI telah membuka posko tanggap darurat dan layanan informasi untuk membantu keluarga korban memperoleh informasi yang akurat dan cepat.

Pemerintah menargetkan program perbaikan ini dapat mengakhiri persoalan perlintasan sebidang yang telah berlangsung selama hampir 80 tahun, sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi massal yang aman dan andal di Indonesia.

Share This Article