Menkomdigi Tegaskan Pers Wajib Kredibel di Era AI dan Disinformasi

2 Min Read
Menkomdigi Tegaskan Pers Wajib Kredibel di Era AI dan Disinformasi (Ilustrasi)

JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan peran pers semakin krusial di tengah arus konten digital dan kecerdasan artifisial (AI). Menurutnya, kecepatan berita tidak boleh mengorbankan kepercayaan publik.

“Pers yang kredibel dan independen bukan pilihan, tapi kebutuhan dasar demokrasi,” ujar Meutya Hafid saat membuka Konvensi Nasional Media Massa bertema “Pers, AI dan Transformasi Digital” di Serang, Banten, Minggu (8/2).

Ia menekankan kolaborasi strategis antara pemerintah, media, dan platform digital sebagai kunci menghadapi disinformasi dan dampak AI. “Pemanfaatan AI dalam jurnalistik hanya boleh sebagai alat bantu, bukan menggantikan jurnalis,” tambahnya.

Menkomdigi menjelaskan, Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025 mengatur etika penggunaan AI dalam jurnalisme, memastikan manusia tetap mengendalikan kualitas, akurasi, dan etika pemberitaan.

Selain itu, pemerintah memberlakukan Perpres Nomor 32 Tahun 2024 (Publisher Rights) untuk mewajibkan platform digital bertanggung jawab atas konten berita dan melindungi media lokal dari dominasi AI.

Meutya Hafid menegaskan prinsip human-centric dalam tata kelola AI. “Jurnalistik harus tetap humanis agar kepercayaan publik tidak hilang di tengah gempuran teknologi,” tegasnya.

Ia juga menyoroti dua kebijakan utama: PP Nomor 17 Tahun 2025 (PP TUNAS) untuk perlindungan anak di dunia digital dan UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Media diminta aktif sebagai edukator, penguat norma sosial, dan pelindung data publik.

“Media tidak hanya memberitakan, tapi membantu masyarakat memahami risiko digital dan menjaga etika,” ujarnya, menekankan pentingnya kolaborasi cepat antara media, platform digital, dan pemangku kepentingan.

Menkomdigi menambahkan, keberhasilan regulasi digital tergantung pada partisipasi aktif media dan publik. “Semakin aktif media melindungi dan mendidik, semakin aman ruang digital bagi anak-anak dan masyarakat,” kata Meutya Hafid.

Menutup sambutannya, Menkomdigi menegaskan hubungan pers, literasi publik, dan ekonomi bangsa. “Pers yang sehat melahirkan publik cerdas, publik cerdas memperkuat ekonomi berdaulat, dan ekonomi berdaulat membuat bangsa makin kuat,” tutupnya.

Editor: Arini

Share This Article