Menu MBG SDN Poter 01 Disorot Wali Murid, SPPG Pastikan Siap Evaluasi

3 Min Read
Menu MBG SDN Poter 01 Disorot Wali Murid, SPPG Pastikan Siap Evaluasi (Ilustrasi)

BANGKALAN, NOLESKABAR.COM-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Poter 01 kembali menjadi perhatian. Kali ini, sorotan datang dari seorang wali murid yang mempertanyakan kualitas menu yang diterima siswa.

Imam, salah satu wali murid, menilai menu yang disajikan oleh SPPG Patemon Tanah Merah 002 perlu dievaluasi. Foto yang beredar menunjukkan hidangan berupa telur rebus, tahu, sedikit kecambah, dua buah anggur, serta bahan pendamping lainnya.

“Saya mempertanyakan, apakah menu seperti ini bisa disebut bergizi? Anak-anak membutuhkan makanan sehat, bukan sekadar mengenyangkan,” ujar Imam, Jumat (13/2).

Menurutnya, evaluasi tidak cukup hanya pada mitra dapur. Ia menegaskan kepala SPPG dan tenaga ahli gizi yang menyusun komposisi menu juga perlu melakukan peninjauan ulang. Ia khawatir jika kualitas tidak menjadi prioritas, tujuan program nasional tersebut bisa melenceng.

Imam menambahkan, dapur penyedia memegang peran penting dalam menentukan keberhasilan program. Makanan yang diberikan, kata dia, harus bergizi, aman dikonsumsi, serta menarik bagi anak-anak.

“Kalau menunya seperti ini, patut dipertanyakan peran ahli gizi dan pengelola dapur. Makanan harus bermanfaat dan disukai anak-anak,” tambahnya.

Meski demikian, ia menegaskan dukungannya terhadap program MBG. Ia berharap kualitas menu dapat ditingkatkan demi kesehatan dan masa depan siswa.

“Program ini sangat penting. Kami hanya ingin pelaksanaannya benar-benar maksimal,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Patemon Tanah Merah 002, Amir Mahrus, menyatakan pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan. Ia memastikan evaluasi langsung dilakukan setelah adanya sorotan tersebut.

“Ya, kami evaluasi terkait apa yang terjadi hari ini. Menu sudah kami komunikasikan dengan tim dan disusun sebaik mungkin agar disukai para siswa,” ujar Amir.

Ia mencontohkan, sebelumnya pihaknya juga pernah menyajikan menu burger yang menurutnya diminati dan ditunggu oleh para penerima manfaat. Amir menegaskan, penyusunan menu dilakukan bersama tenaga ahli gizi.

Terkait foto yang beredar, ia menyebut terdapat kekurangan informasi. Salah satunya soal jumlah buah anggur yang disebut hanya dua biji.

“Sepengetahuan kami, bukan hanya dua biji. Tapi tidak apa-apa, itu bagian dari evaluasi agar ke depan kami lebih hati-hati,” katanya.

Amir juga menyampaikan sejauh ini pihak sekolah tidak menyampaikan komplain resmi terkait menu hari tersebut. Ia mengapresiasi masukan dari wali murid sebagai bahan perbaikan.

“Kami ucapkan terima kasih atas saran dan masukannya,” tutupnya.

Penulis: Syah

Share This Article