Jelang Ramadhan, Pemkab Bangkalan Temukan Belasan Produk Kedaluwarsa di Pasar

2 Min Read
Petugas dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan melakukan pengawasan di sejumlah pasar di Bangkalan, termasuk Pasar Ki Lemah Duwur dan Pasar Bancaran, untuk menertibkan peredaran produk makanan dan minuman kedaluwarsa menjelang Ramadan.

BANGKALAN, NOLESKABAR.COM- Pemerintah Kabupaten Bangkalan menemukan sejumlah produk makanan dan minuman yang tidak layak konsumsi dalam kegiatan pengawasan rutin. Operasi tersebut digelar pada Kamis, (19/2/2026) di wilayah Bangkalan.

Kegiatan pengawasan dilakukan sebagai upaya melindungi masyarakat dari peredaran produk yang berpotensi membahayakan kesehatan. Fokus utama operasi ini adalah memastikan barang yang dijual masih memenuhi standar keamanan pangan.

Operasi tersebut dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan setempat. Tim menyasar sejumlah toko dan pasar tradisional yang menjadi pusat aktivitas jual beli masyarakat.

Kepala Bidang Metrologi, Delly Septiana, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas temuan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) yang masih beredar meski telah melewati masa kedaluwarsa.

“Untuk sementara kami menyisir toko di Pasar Ki Lemah Duwur, juga di Pasar Bancaran,” ujar Delly. Kamis, (19/2).

Di Pasar Bancaran, tim memeriksa delapan toko dan menemukan berbagai pelanggaran. Di antaranya enam produk tanpa keterangan tanggal kedaluwarsa serta dua produk yang sudah melewati batas konsumsi.

Sementara itu, di Pasar Ki Lemah Duwur, petugas menemukan lima produk kedaluwarsa, produk tanpa keterangan berat bersih, produk tanpa tanggal kedaluwarsa, serta tiga produk dengan kondisi kemasan rusak.

Temuan serupa juga ditemukan di Pasar Bancaran, yang menunjukkan masih lemahnya pengawasan mandiri dari sebagian pedagang terhadap kualitas barang dagangan mereka.

“Ada yang kedaluwarsa sejak 2024 tetapi masih dijual. Kami sudah meminta para pedagang untuk tidak menjualnya lagi,” tegas Delly.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa langkah ini dilakukan demi menjamin keamanan pangan, terutama menjelang bulan Ramadan. Pada periode tersebut, penjualan makanan dan minuman biasanya meningkat tajam.

“Kami ingin semua bahan yang diolah untuk dijual itu higienis, baik isinya maupun kemasannya masih dalam kondisi baik,” pungkasnya.

Penulis; Syah

Share This Article