Perombakan Kabinet Prabowo Jadi Isu Panas, Istana Buka Suara soal Reshuffle

2 Min Read
Perombakan Kabinet Prabowo Jadi Isu Panas, Istana Buka Suara soal Reshuffle (Ilustrasi)

JAKARTA, NOLESKABAR.COM– Isu reshuffle kabinet kembali berseliweran di ruang publik. Spekulasi soal reshuffle Kabinet Merah Putih menguat seiring dinamika politik nasional yang memicu tanda tanya soal komposisi menteri.

Istana akhirnya buka suara merespons isu reshuffle kabinet terbaru. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, hingga kini belum ada pembahasan internal terkait reshuffle kabinet Prabowo dalam waktu dekat.

“Belum, belum dibicarakan di internal,” kata Prasetyo menanggapi rumor reshuffle kabinet di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Penegasan ini sekaligus meredam isu liar tentang perombakan kabinet yang disebut-sebut akan segera dilakukan. Menurut Prasetyo, isu reshuffle kabinet terbaru lebih banyak dipicu oleh perubahan jabatan satu pejabat kunci.

Perubahan itu adalah penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Pengangkatan ini memicu spekulasi reshuffle kabinet Prabowo, meski pemerintah menegaskan ini bukan bagian dari reshuffle kabinet.

Thomas sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Peralihan ini disebut sebagai penugasan, bukan perombakan kabinet, sehingga tidak bisa dimaknai sebagai reshuffle kabinet terbaru.

Dengan berpindahnya Thomas, posisi Wakil Menteri Keuangan menjadi kosong. Kekosongan ini kembali memantik rumor reshuffle kabinet Prabowo, meski Istana memastikan belum ada keputusan pengganti.

“Belum. Prosesnya belum selesai,” ujar Prasetyo menegaskan bahwa isu reshuffle kabinet masih sebatas spekulasi.

Di tengah derasnya isu reshuffle kabinet terbaru, Istana menegaskan stabilitas pemerintahan tetap menjadi prioritas. Pemerintah memilih fokus pada kinerja, bukan pada wacana perombakan kabinet.

Pemerintah pun meminta publik tidak terjebak pada rumor reshuffle kabinet Prabowo yang belum memiliki dasar keputusan resmi.

Dengan klarifikasi ini, Istana berharap polemik soal reshuffle kabinet tidak mengganggu fokus kerja kabinet dalam menjalankan agenda nasional.

Editor: Sukri

Share This Article