Profil 15 Korban Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Satena di Pegunungan Andes

2 Min Read
Profil 15 Korban Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Satena di Pegunungan Andes (Ilustrasi)

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Kecelakaan pesawat bermesin ganda milik maskapai negara Kolombia, Satena, di Pegunungan Andes menewaskan seluruh penumpang dan awak. Berikut profil singkat 15 korban berdasarkan peran dan latar belakang mereka:

Penumpang:

1. Anggota DPR Kolombia
Legislator aktif yang dikenal vokal menyuarakan isu sosial, pembangunan daerah terpencil, dan pemulihan wilayah pascakonflik.

2. Calon Anggota DPR Kolombia
Tokoh masyarakat yang tengah mempersiapkan diri maju dalam pemilu legislatif mendatang.

3. Staf Pendamping Legislator (1)
Bertugas membantu agenda kerja, koordinasi lapangan, dan administrasi kegiatan parlemen.

4. Staf Pendamping Legislator (2)
Fokus pada dokumentasi dan hubungan dengan komunitas lokal.

5. Tenaga Ahli Kebijakan Publik
Profesional yang terlibat dalam penyusunan dan kajian program pembangunan daerah.

6. Relawan Sosial
Aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah perbatasan.

7. Aktivis Komunitas Lokal
Dikenal sebagai penghubung antara warga dan perwakilan pemerintah.

8. Konsultan Lapangan
Membantu pemantauan proyek dan kegiatan sosial di daerah tujuan.

9. Warga Sipil (1)
Melakukan perjalanan pribadi menggunakan penerbangan perintis.

10. Warga Sipil (2)
Penumpang non-dinas yang rutin menggunakan rute Cúcuta, Ocaña.

11. Warga Sipil (3)
Memiliki kepentingan keluarga dan pekerjaan di wilayah tujuan.

12. Warga Sipil (4)
Penumpang yang memanfaatkan layanan penerbangan domestik jarak pendek.

13. Warga Sipil (5)
Penumpang terakhir yang tercatat dalam manifes penerbangan.

Awak Pesawat:

14. Pilot
Pilot berpengalaman yang kerap melayani rute domestik menantang di wilayah pegunungan Kolombia.

15. Kopilot
Awak penerbangan yang mendampingi pilot dalam penerbangan perintis dan daerah sulit.

Tragedi ini menjadi duka mendalam bagi Kolombia, tidak hanya karena jumlah korban, tetapi juga karena hilangnya figur publik dan pekerja kemanusiaan yang selama ini berkontribusi bagi masyarakat

Share This Article