Rupiah Menguat, Menkeu Purbaya Tegaskan: Bukan Efek Sosok, tapi Strategi Bank Sentral

2 Min Read
Rupiah kembali menguat Menkeu Purbaya menegaskan: ini bukan soal sosok, tapi hasil strategi Bank Indonesia yang makin solid dan terarah. Kepercayaan pasar tumbuh, investor masuk, ekonomi dijaga pelan tapi pasti

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Nilai tukar rupiah yang kembali menguat terhadap dollar Amerika Serikat (AS) belakangan ini bukan semata-mata dipicu oleh terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, penguatan rupiah lebih disebabkan oleh langkah Bank Indonesia yang kini dinilai semakin solid dan terarah dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

“Bukan karena Pak Thomas saja. Memang langkah Bank Sentral sekarang sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Kita serahkan sepenuhnya pengendalian nilai tukar ke BI, dan kita percaya mereka mampu. Dalam waktu singkat saja rupiah sudah menguat,” ujar Purbaya saat ditemui di kawasan Thamrin Nine, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Menurut Purbaya, ke depan dollar AS juga berpotensi melemah secara global. Sementara itu, sejumlah negara disebut tengah melakukan upaya bersama (concerted effort) untuk memperkuat mata uang mereka, termasuk yen Jepang.

Dengan kondisi global tersebut, Purbaya menilai rupiah seharusnya memiliki ruang penguatan yang lebih besar, selama kebijakan Bank Indonesia dijalankan secara konsisten dan tepat sasaran.

Di sisi lain, Kementerian Keuangan, kata Purbaya, berfokus menjaga fondasi ekonomi nasional agar tetap kuat dan kredibel di mata investor.

“Tugas saya di keuangan memastikan program-program ekonomi berjalan baik dan fondasinya kuat. Kalau investor melihat itu nyata, bukan cuma di atas kertas, mereka akan masuk. Dampaknya, rupiah ikut menguat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa perbaikan ekonomi nasional saat ini dilakukan secara bertahap namun nyata, sehingga kepercayaan pasar perlahan tumbuh.
“Arahnya ke sana. Perbaikannya pelan-pelan, tapi betul-betul kita kerjakan,” tambahnya.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 13.58 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot tercatat menguat 0,04 persen ke posisi Rp16.755 per dollar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.782 per dollar AS.

Penguatan ini menjadi sinyal positif di tengah dinamika ekonomi global dan menjadi ujian lanjutan bagi soliditas kebijakan moneter dan fiskal nasional.

Share This Article