JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, Rusia dilaporkan menyusun rancangan resolusi untuk diajukan ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Langkah ini dimaksudkan untuk mendorong tercapainya gencatan senjata serta meredakan ketegangan yang terus meningkat di kawasan tersebut.
Menurut laporan kantor berita Rusia RIA Novosti, rancangan resolusi itu berisi seruan agar seluruh pihak yang terlibat dalam konflik segera menghentikan operasi militer masing-masing. Dokumen tersebut juga menekankan pentingnya menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk situasi keamanan regional.
Dalam naskah rancangan itu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa disebut menyerukan kepada seluruh pihak yang bertikai untuk segera menghentikan aktivitas militernya.
“Dewan Keamanan menyerukan kepada semua pihak untuk segera menghentikan aktivitas militernya dan menahan diri dari eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah,” demikian bunyi petikan dalam dokumen tersebut. Senin (9/3/2026).
Rancangan resolusi itu juga memuat kecaman terhadap serangan yang menargetkan warga sipil. Rusia menilai perlindungan terhadap masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama di tengah konflik yang terus berkembang.
Selain itu, dokumen tersebut menegaskan pentingnya menjamin keamanan seluruh negara di kawasan Timur Tengah dan wilayah sekitarnya. Stabilitas regional dinilai sebagai faktor penting untuk mencegah konflik semakin meluas.
Dalam bagian lain draf tersebut, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa juga mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
“Semua pihak terkait diminta kembali ke perundingan tanpa penundaan apa pun serta memanfaatkan seluruh langkah politik dan diplomatik yang tersedia,” tulis rancangan resolusi itu.
Rusia juga menyampaikan belasungkawa terhadap para korban yang jatuh akibat konflik yang berlangsung. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari upaya menekankan dampak kemanusiaan dari eskalasi kekerasan di kawasan tersebut.
Di bagian akhir, rancangan resolusi itu kembali menegaskan larangan penggunaan kekerasan yang dapat mengancam kedaulatan dan keutuhan wilayah suatu negara.
Melalui dokumen ini, Rusia berharap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dapat mengambil langkah konkret untuk meredakan konflik dan membuka jalan bagi proses perdamaian.
