Trump Buka Sinyal Baru, Setelah Iran Kini Kuba Disebut Bisa Jadi Agenda Berikutnya

2 Min Read
Trump Buka Sinyal Baru, Setelah Iran Kini Kuba Disebut Bisa Jadi Agenda Berikutnya.

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi isyarat bahwa perhatian pemerintahannya bisa beralih ke Kuba setelah konflik yang melibatkan Iran selesai.Pernyataan itu disampaikan Trump dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih ketika menerima kunjungan tim sepak bola Inter Miami.

Dalam kesempatan tersebut,Trump menegaskan bahwa prioritas utama pemerintahannya saat ini adalah menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan Iran.Meski begitu,ia menyebut langkah berikutnya terhadap Kuba hanya tinggal menunggu waktu.

“Kami ingin menyelesaikan yang ini (Iran) terlebih dahulu,” ujar Trump saat berbicara mengenai arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Trump juga menyampaikan bahwa pemerintah di Havana disebut memiliki keinginan untuk membuka peluang kesepakatan dengan Washington.Dalam kesempatan yang sama,ia memuji Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio yang menurutnya telah bekerja dengan baik terkait kebijakan terhadap Kuba.

“Anda telah melakukan pekerjaan yang fantastis di tempat bernama Kuba,” kata Trump kepada Rubio.

Hubungan antara Amerika Serikat dan Kuba selama ini memang sering diwarnai ketegangan politik.
Washington bahkan telah menerapkan blokade energi terhadap negara kepulauan tersebut,yang berdampak pada semakin menipisnya pasokan bahan bakar di dalam negeri.

Kondisi itu semakin berat setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Nicolás Maduro dari Venezuela.Venezuela sebelumnya dikenal sebagai pemasok utama minyak bagi Kuba.Sejak awal Januari,pasokan minyak ke negara itu dilaporkan terhenti sehingga memicu gangguan pada berbagai sektor,termasuk transportasi dan penerbangan.

Di tengah situasi tersebut, sebagian warga Kuba mulai khawatir negaranya bisa menjadi sasaran tekanan baru dari Washington.Kekhawatiran itu muncul setelah Amerika Serikat bersama Israel melakukan operasi militer terhadap Iran.

Meski demikian,hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait kemungkinan langkah militer terhadap Kuba. Pernyataan Trump masih dipandang sebagai sinyal politik di tengah dinamika geopolitik internasional yang terus memanas.

Penulis; Mimin

Share This Article