Selat Hormuz Tidak Ditutup, Iran Pastikan Kapal Jepang Lewat

2 Min Read
Selat Hormuz Tidak Ditutup, Iran Pastikan Kapal Jepang Lewat (Ilustrasi)

JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Iran menyatakan siap membantu kapal-kapal Jepang melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang vital bagi pasokan energi global. Pernyataan ini disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancara telepon dengan Kyodo News pada Jumat (20/3/2026).

Araghchi menegaskan, Selat Hormuz tetap terbuka dan Iran tidak menutup jalur tersebut. Ia menambahkan, pembatasan hanya berlaku bagi negara-negara yang menyerang Iran, sementara Jepang dan negara lain tetap ditawarkan bantuan agar jalur pelayaran aman.

“Kami belum menutup Selat Hormuz. Jalur itu tetap terbuka untuk negara-negara yang tidak menyerang Iran,” ujar Araghchi, dikutip dari AFP.

Pernyataan ini sangat penting bagi Tokyo, karena Jepang sangat bergantung pada impor minyak mentah dari Timur Tengah. Sekitar 95 persen minyak mentah Jepang berasal dari kawasan ini, dan sekitar 70 persen dikirim melalui Selat Hormuz.

Di tengah ketegangan akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap fasilitas militer Iran, beberapa pihak menyebut Selat Hormuz sempat “tertutup secara efektif” sebagai respons Iran. Hal ini mendorong negara-negara yang bergantung pada jalur itu untuk mencari rute alternatif dan memanfaatkan cadangan energi.

Sejak Senin (16/3/2026), pemerintah Jepang mulai melepas cadangan minyak strategis, salah satu yang terbesar di dunia, untuk menjaga kestabilan pasokan domestik. Jepang memiliki cadangan minyak yang setara dengan kebutuhan konsumsi selama 254 hari.

Selain Jepang, negara-negara anggota Badan Energi Internasional (IEA) juga mulai menggunakan cadangan minyak masing-masing untuk meredam lonjakan harga global akibat perang di Timur Tengah. Langkah ini disebut sebagai respons terbesar yang pernah dilakukan IEA dalam menghadapi konflik semacam ini.

Dengan jaminan Iran, kapal-kapal Jepang diharapkan dapat melintasi Selat Hormuz tanpa hambatan, memastikan pasokan energi tetap stabil meski ketegangan regional terus berlangsung.

Share This Article