Tragedi di Bantargebang, Saat Gunung Sampah Mendadak Jadi Kuburan

2 Min Read
Longsoran sampah terjadi di TPST Bantargebang, menimbun area sekitar dan memicu kepanikan. Gunung sampah yang menjadi tempat mencari nafkah bagi banyak orang mendadak berubah menjadi ancaman mematikan.

JAKRTA, NOLESKABAR.COM – Peristiwa tragis terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, ketika tumpukan sampah raksasa longsor dan menimbun sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi. Insiden tersebut menyebabkan empat orang meninggal dunia, sementara beberapa lainnya sempat tertimbun sebelum akhirnya berhasil diselamatkan. Senin (9/3/2026).

Longsor terjadi ketika aktivitas pembuangan sampah sedang berlangsung. Sejumlah truk pengangkut sampah dilaporkan tengah mengantre untuk membongkar muatan. Di sekitar lokasi juga terdapat warung serta pekerja yang beraktivitas seperti biasa. Namun situasi berubah mendadak saat gunungan sampah yang menjulang tinggi tiba-tiba runtuh dan meluncur menimpa area di bawahnya.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut menjadi salah satu faktor yang memicu peristiwa itu. Curah hujan yang tinggi membuat tumpukan sampah menjadi lebih berat dan labil sehingga mudah bergerak dan longsor.

“Hujan yang turun cukup lama membuat struktur tumpukan sampah menjadi tidak stabil sehingga memicu longsor,” kata salah satu pejabat BPBD saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Selain faktor cuaca, kondisi gunungan sampah yang sudah sangat tinggi juga dinilai meningkatkan risiko terjadinya longsor. Tumpukan sampah di area tersebut disebut telah mencapai puluhan meter sehingga tekanan di bagian bawah semakin besar.

Menteri Lingkungan Hidup turut menyoroti kejadian tersebut sebagai peringatan serius bagi pengelolaan sampah di Indonesia. Menurutnya, sistem pengelolaan yang masih mengandalkan metode pembuangan terbuka membuat potensi bencana seperti ini tetap ada.

Ia menegaskan, “Peristiwa ini harus menjadi peringatan keras bahwa pengelolaan sampah tidak bisa lagi dilakukan dengan cara lama.”

Setelah kejadian, tim gabungan yang terdiri dari petugas BPBD, kepolisian, serta relawan langsung melakukan pencarian korban. Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena medan yang dipenuhi tumpukan sampah serta potensi longsor susulan.

Peristiwa di Bantargebang ini kembali membuka perhatian publik terhadap kondisi tempat pembuangan sampah terbesar di wilayah Jakarta tersebut. Selain menimbulkan korban jiwa, kejadian ini juga menegaskan pentingnya pembenahan sistem pengelolaan sampah agar lebih aman dan berkelanjutan di masa depan.

Penulis; Mimin

Share This Article