NOLESKABAR.COM– Malapetaka di udara kembali mengguncang dunia, Sebuah pesawat bermesin ganda milik maskapai Satena jatuh di pegunungan dekat perbatasan Venezuela, menewaskan seluruh penumpang, termasuk anggota DPR Kolombia dan calon politisi.
Pesawat lepas landas dari Cucuta menuju Ocana, penerbangan singkat yang hanya 23 menit, namun tak ada yang selamat. Komunikasi dengan menara pengawas terputus sesaat sebelum mendarat.
Seorang pejabat penerbangan Kolombia menegaskan, “Semua orang di dalam pesawat meninggal dunia.” Hingga kini, penyebab kecelakaan pesawat Kolombia ini masih misteri dan dalam penyelidikan intensif.
Operasi pencarian digelar cepat oleh Angkatan Udara, tapi medan berat pegunungan Andes timur yang tertutup hutan lebat dan cuaca tak menentu membuat penyelamatan nyaris mustahil. Wilayah ini juga rawan karena aktivitas kelompok bersenjata ELN, menambah ketegangan di lokasi kecelakaan.
Sejauh ini, tujuh jenazah korban ditemukan. Di antara mereka, Diogenes Quintero (36), anggota DPR yang tengah aktif menjabat, dan Carlos Salcedo, calon legislatif yang dijadwalkan ikut pemilu mendatang. Kehilangan dua figur politik ini menambah duka nasional.
Pesawat yang jatuh adalah Beechcraft 1900, jenis pesawat kecil bermesin ganda yang biasa digunakan untuk penerbangan regional di daerah terpencil. Di Kolombia, transportasi udara bukan pilihan—tapi kebutuhan mutlak untuk menjangkau wilayah pegunungan dan hutan.
Tragedi ini menimbulkan pertanyaan besar: Apa penyebab jatuhnya pesawat? Kesalahan teknis, cuaca buruk, atau faktor lain yang lebih gelap? Pemerintah Kolombia berjanji akan mengungkap semuanya.
