Virus Nipah Kembali Menghantui India: Dua Perawat Terinfeksi, Satu Kritis

3 Min Read
Virus Nipah kembali menghantui India. Dua perawat terinfeksi, satu dilaporkan kritis. Otoritas kesehatan bergerak cepat lakukan pelacakan dan karantina. Tetap waspada.

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Ancaman virus mematikan kembali muncul di India. Otoritas kesehatan setempat mengonfirmasi dua tenaga medis terinfeksi virus Nipah, penyakit langka namun sangat mematikan, di sebuah rumah sakit swasta dekat Kolkata, Benggala Barat. Salah satu pasien dilaporkan dalam kondisi kritis.

Virus Nipah dikenal sebagai salah satu patogen paling berbahaya di dunia, dengan tingkat kematian mencapai 40 hingga 75 persen. Kasus terbaru ini langsung memicu kewaspadaan tinggi pemerintah India.

Kedua pasien merupakan perawat yang bertugas di rumah sakit swasta. Informasi ini dilaporkan sejumlah media internasional, termasuk The Telegraph dan The Independent.

Sekretaris Utama Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga Benggala Barat, Narayan Swaroop Nigam, mengonfirmasi kondisi salah satu pasien.

“Salah satu dari mereka berada dalam kondisi kritis,” ujar Nigam kepada The Telegraph.

Merespons cepat, otoritas kesehatan India langsung melakukan pelacakan kontak besar-besaran. Hingga Senin (26/1/2026), 180 orang telah menjalani tes virus Nipah, sementara 20 orang yang masuk kategori kontak berisiko tinggi dikarantina.

Nigam memastikan seluruh kontak erat saat ini tidak menunjukkan gejala dan hasil tes awal negatif.

“Mereka akan kembali diuji sebelum masa karantina 21 hari berakhir,” jelasnya.

Kementerian Kesehatan India juga mengeluarkan imbauan resmi melalui media sosial X, meminta masyarakat tetap tenang namun waspada.

“Tetap waspada, tetap terinformasi, dan ikuti anjuran otoritas kesehatan setempat,” tulis kementerian.

Virus Nipah merupakan virus zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. WHO menyebut kelelawar pemakan buah sebagai inang alaminya. Penularan dapat terjadi melalui, Hewan perantara seperti babi, Makanan atau minuman yang terkontaminasi ataubkl kontak langsung antar manusia.

Menurut CDC AS, gejala awal meliputi demam, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan sesak napas. Pada kasus berat, virus ini dapat menyebabkan ensefalitis (radang otak) yang memicu kebingungan, kejang, penurunan kesadaran, hingga koma.

Belum Ada Obat, Risiko Kematian Tinggi
Hingga kini, belum tersedia obat atau vaksin untuk virus Nipah. Penanganan medis hanya bersifat suportif, fokus pada meredakan gejala dan menjaga fungsi vital pasien.

Kasus terbaru ini kembali menjadi pengingat serius betapa rentannya sistem kesehatan global terhadap virus zoonosis yang mematikan terutama ketika tenaga medis sendiri ikut menjadi korban.

Share This Article