India Siaga Darurat! Virus Nipah Tanpa Vaksin Kembali Menyerang

2 Min Read
India Siaga Darurat! Virus Nipah Tanpa Vaksin Kembali Menyerang (Ilustrasi)

JAKARTA, NOLESKABAR.COM– Wabah virus mematikan kembali mengguncang India. Virus Nipah (NiV) dilaporkan merebak di negara bagian Benggala Barat, dengan lima kasus terkonfirmasi dan hampir 100 orang menjalani karantina mandiri.

Sejumlah pasien dirawat di rumah sakit di sekitar Kolkata. Otoritas kesehatan setempat melaporkan satu pasien dalam kondisi kritis.

Laporan media menyebutkan, tenaga medis turut terinfeksi. Dua perawat dan satu dokter termasuk dalam daftar pasien, dengan dua perawat dilaporkan berada dalam kondisi serius.

Sumber penularan diduga berasal dari pasien di sebuah rumah sakit swasta dekat Kolkata. Pelacakan menunjukkan paparan kemungkinan terjadi pada akhir Desember, sementara gejala mulai muncul pada awal Januari.

Masker Kembali Dianjurkan

Pemerintah India memperketat pelacakan kontak dan memperluas langkah karantina. Otoritas kesehatan juga kembali menganjurkan penggunaan masker, terutama di fasilitas layanan kesehatan, untuk mencegah penularan lebih luas.

Pemerintah pusat mengirim tim respons khusus guna memantau situasi dan memastikan wabah tidak menyebar ke wilayah lain.

Tanpa Vaksin, Tingkat Kematian Tinggi

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dikategorikan berisiko tinggi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk infeksi ini.

Penularan umumnya terjadi dari hewan, terutama kelelawar, sering melalui buah atau makanan yang terkontaminasi.

Masa inkubasi virus Nipah berkisar 4 hingga 21 hari. Gejala awal meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Pada kasus berat, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan dan peradangan otak (ensefalitis) yang berisiko fatal.

Tingkat kematian akibat virus Nipah dilaporkan mencapai 40 hingga 75 persen, tergantung pada strain dan kondisi wabah.

Share This Article