Wamendes: Desa di Papua Barat Harus Mandiri dan Inovatif

2 Min Read
Wamendes menegaskan pentingnya kemandirian dan inovasi desa di Papua Barat sebagai kunci mempercepat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mengoptimalkan potensi lokal melalui kolaborasi multipihak.

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria menilai pembangunan desa di Papua Barat membutuhkan dukungan multipihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga sektor swasta.

Hal tersebut disampaikan Ariza saat menerima audiensi Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Menurut Ariza, pembangunan desa perlu dilakukan melalui kolaborasi berbasis pendekatan octahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, komunitas, hingga masyarakat desa.

“Pembangunan desa di Papua Barat tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada pemberdayaan yang kuat melalui kolaborasi banyak pemangku kepentingan,” ujar Ariza.

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak hanya bergantung pada anggaran dari APBN maupun APBD, tetapi mulai mendorong kemandirian ekonomi desa melalui inovasi dan pengelolaan potensi lokal.

Wamendes menyoroti sejumlah tantangan utama pembangunan desa di Papua, terutama kondisi geografis yang sulit, keterbatasan akses, serta masih adanya daerah tertinggal dan sangat tertinggal.

“Ada tiga masalah besar yang dihadapi desa di Indonesia, yaitu kualitas sumber daya manusia, keterbatasan infrastruktur, dan akses pembiayaan,” tegas Ariza.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai program prioritas guna mempercepat pembangunan desa, termasuk penguatan kapasitas aparatur, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan layanan dasar.

Sementara itu, Gubernur Dominggus Mandacan menyampaikan bahwa Papua Barat memiliki sejumlah program prioritas yang membutuhkan dukungan Kemendes PDT, mencakup 7 kabupaten, 91 distrik, 57 kelurahan, dan 817 kampung, terutama di sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Desa PDT Yandri Susanto menyatakan kesiapan pihaknya membantu percepatan pembangunan desa melalui berbagai program, termasuk penguatan BUMDes dan desa ekspor, serta meminta pemerintah daerah memetakan potensi desa secara detail agar mampu bersaing di pasar nasional dan global.

Share This Article