JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Pemerintah menyiapkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian sebesar Rp300 triliun pada 2026 sebagai langkah strategis memperkuat pembiayaan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pembiayaan menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Karena itu, pemerintah terus mendorong penyaluran KUR agar petani memiliki akses modal yang lebih luas dan terjangkau.
“Pemerintah terus mendorong pembiayaan melalui KUR untuk pertanian. Tahun ini plafonnya kami siapkan Rp300 triliun,” ujar Airlangga saat Road to Jakarta Food Security Summit di Jakarta. Dikutip dari Antara, Selasa, 13/12/2026.
Plafon tersebut meningkat signifikan dibandingkan realisasi KUR pertanian pada 2025 yang mencapai Rp102 triliun. Kenaikan ini dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memperkuat permodalan petani dan pelaku usaha tani agar lebih produktif dan berdaya saing.
Airlangga menegaskan, penyaluran KUR pertanian tidak dibatasi oleh sektor. Selama pembiayaan bersifat produktif, tepat sasaran, dan berdampak pada peningkatan produksi pangan nasional, plafon KUR masih dapat dinaikkan sesuai kebutuhan.
“Untuk pertanian, plafonnya bisa kita tambah. Tidak ada pembatasan, yang penting produktif dan mendukung pangan nasional,” katanya.
Optimisme pemerintah ditopang oleh capaian produksi pangan sepanjang 2025. Produksi beras nasional tercatat mencapai 34,71 juta ton, sementara produksi jagung berada di kisaran 16 juta ton. Capaian ini dinilai menunjukkan membaiknya ketahanan pangan nasional.
Pemerintah berkomitmen menjaga pertumbuhan realisasi KUR pertanian, mempertahankan swasembada beras, menjaga stabilitas harga pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui kebijakan pembiayaan yang adaptif.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia resmi mencapai swasembada pangan, khususnya beras, pada 2025 saat menghadiri panen raya di Karawang, Jawa Barat. Pengumuman tersebut disimbolkan dengan menumbukkan alu ke dalam lesung bersama jajaran menteri dan perwakilan petani.
Pemerintah menilai, keberhasilan swasembada pangan harus dijaga secara konsisten, terutama melalui penguatan pembiayaan. KUR pertanian Rp300 triliun diproyeksikan menjadi instrumen utama untuk memastikan produksi pangan nasional tetap kuat dan berkelanjutan.
Editor: Sultoni
