Panen Raya 2025: Produksi Beras Bangkalan Tembus 205 Ribu Ton

2 Min Read
Bupati Bangkalan bersama unsur Forkopimda dan jajaran terkait mengangkat padi saat panen raya, menandai keberhasilan peningkatan produksi beras di Bangkalan tahun 2025 sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah dan nasional (RRI)

BANGKALAN,NOLESKABAR.COM-Kabupaten Bangkalan mencatat lonjakan signifikan produksi beras pada 2025. Capaian ini menegaskan posisi Bangkalan sebagai daerah surplus pangan sekaligus memperkuat perannya dalam menopang ketahanan pangan nasional.

Sepanjang 2025, luas panen padi di Bangkalan mencapai 65.858 hektare dengan total produksi menembus 205.477 ton. Angka tersebut menjadi salah satu capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan menunjukkan tren peningkatan yang konsisten.

Lonjakan produksi ini melanjutkan kinerja positif tahun sebelumnya. Pada 2024, Bangkalan mencatat luas panen sebesar 49.800 hektare dengan total produksi 163.762 ton. Dari jumlah tersebut, daerah ini menghasilkan surplus beras hingga 66.928 ton atau setara dengan kebutuhan konsumsi masyarakat selama delapan bulan.

Peningkatan produksi pada 2025 memperlebar ruang surplus beras daerah dan memperkuat cadangan pangan, di tengah dinamika pasokan dan harga beras di tingkat nasional.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim menegatakan, capaian produksi beras tersebut merupakan hasil dari komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan. Dukungan terhadap petani terus diperkuat melalui perbaikan infrastruktur, pendampingan, dan peningkatan produktivitas lahan.

“Produksi beras 2025 menunjukkan bahwa Bangkalan mampu menjaga stabilitas pangan sekaligus berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional,” ujar Bupati saat mengikuti zoom meeting Pengumuman Swasembada Pangan dan Panen Raya Nasional yang dipimpin Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Rabu (7/1/2025) di Aula Rapat Pendopo Agung Bangkalan.

Seiring melimpahnya hasil panen, Pemerintah Kabupaten Bangkalan kini mengarahkan kebijakan pada modernisasi pertanian dan pengembangan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen serta kesejahteraan petani.

Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pengembangan industri penggilingan padi lokal. Kehadiran penggilingan di dalam daerah diharapkan mampu menyerap hasil panen petani secara optimal dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar.

“Target kami bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mewujudkan kemandirian beras Bangkalan melalui pengolahan dan distribusi yang terintegrasi,” tegas Bupati.

Dengan produksi beras yang terus meningkat, Bupati Lukman berharap Bangkalan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya sendiri, tetapi juga berpotensi menjadi penopang pasokan beras nasional, termasuk untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan pemerintah.

Penulis: Syah

Share This Article