BANGKALAN,NOLESKABAR.COM– Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhammad Mardiono, melaksanakan Safari Ramadhan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (4/3/2026). Kegiatan tersebut digelar di Pondok Pesantren Al-Ibrohimi, Kecamatan Galis.
Kunjungan pria yang saat ini menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menjadi bagian dari agenda silaturahmi kebangsaan selama bulan suci Ramadhan. Sejumlah ulama, santri, dan tokoh masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Mardiono menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya menjaga persatuan nasional ditengah gejolak global yang berkembang belakangan ini.
Ia menilai situasi global saat ini berada dalam fase yang tidak stabil. Ketegangan geopolitik, konflik antarnegara, serta tekanan ekonomi dunia menjadi tantangan nyata yang harus diantisipasi.
Menurutnya, dampak dinamika global tersebut dapat berpengaruh terhadap stabilitas nasional jika tidak dihadapi dengan kebersamaan. Karena itu, persatuan dinilai sebagai fondasi utama ketahanan bangsa.
“Presiden berpesan agar seluruh elemen bangsa tetap bersatu dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan,” ujarnya. Rabu, (4/3/2926).
Selain isu persatuan, ia menyoroti pentingnya penguatan ketahanan pangan nasional. Pemerintah terus mendorong percepatan swasembada melalui peningkatan produksi pertanian dan perbaikan distribusi.
Penyaluran subsidi, termasuk pupuk dan bantuan kepada petani, disebutnya terus dibenahi agar tepat sasaran. Langkah tersebut diambil untuk menjaga ketersediaan pangan di tengah ancaman krisis global.
Di sektor ekonomi, Mardiono juga menekankan penguatan koperasi dan UMKM sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Pemberdayaan masyarakat dinilai penting untuk menjaga daya tahan ekonomi daerah.
Program pendidikan gratis dan layanan kesehatan gratis turut menjadi bagian dari prioritas pembangunan sumber daya manusia. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara merata.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi serta penguatan tata kelola pemerintahan. Transparansi dan akuntabilitas dianggap sebagai syarat utama keberhasilan pembangunan nasional.
Menutup sambutannya, Mardiono kembali menegaskan pesan Presiden. “Kita harus memperkuat solidaritas nasional, menjaga kondusivitas, dan bergotong royong menghadapi tantangan global. Indonesia harus tetap kokoh dan berdaulat,” tegasnya.
Penulis: Syah
