Harga Saham BBCA Turun, Investor Asing Catat Penjualan Besar

3 Min Read
Harga Saham BBCA Turun, Investor Asing Catat Penjualan Besar (Ilustrasi)

JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Investor asing kembali melakukan aksi jual besar-besaran pada saham PT Bank Central Asia (BBCA). Net foreign sell tercatat mencapai Rp 569,5 miliar dengan harga rata-rata Rp 7.621 per saham pada perdagangan terakhir pekan lalu.

Sepanjang pekan, total penjualan asing pada BBCA menembus Rp 3,97 triliun, bahkan dalam satu hari sempat mencapai Rp 1,7 triliun. Aksi jual ini menekan harga BBCA ke level Rp 7.650, harga terendah dalam tiga bulan terakhir.

Tekanan jual asing tidak hanya terjadi pada BBCA. Saham Bumi Resources (BUMI) juga dilepas dengan net sell Rp 1,34 triliun, disusul GoTo (GOTO) sebesar Rp 456,9 miliar. Tren ini menunjukkan investor asing mengambil keuntungan secara besar-besaran di pasar Indonesia.

Secara keseluruhan, net foreign sell di seluruh pasar mencapai Rp 3,05 triliun, terbagi menjadi Rp 2,91 triliun di pasar reguler dan Rp 142,87 miliar di pasar negosiasi dan tunai. Aksi ini menandakan adanya tekanan signifikan dari pelaku pasar asing terhadap saham-saham unggulan.

Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut terdampak. IHSG ditutup pada level 8.951,01, turun 1,37% sepanjang pekan, meninggalkan level psikologis 9.000 yang sebelumnya menjadi titik perhatian investor.

Selama tiga hari berturut-turut, IHSG berada di zona merah, memperlihatkan sentimen negatif yang memengaruhi hampir seluruh sektor saham. Koreksi ini menjadi sinyal bagi investor untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aksi beli.

Meski demikian, rata-rata nilai transaksi harian justru naik 3,59% menjadi Rp 33,85 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan jual, aktivitas pasar tetap tinggi dengan transaksi bernilai besar, meski frekuensi transaksi turun 2,66%.

Investor besar tampaknya masih aktif memanfaatkan volatilitas untuk melakukan transaksi strategis. Hal ini bisa menjadi peluang bagi investor ritel untuk mengikuti pola pergerakan saham unggulan.

Analis pasar menilai, tekanan jual asing terutama pada BBCA, BUMI, dan GOTO mencerminkan aksi profit taking menjelang laporan keuangan kuartal pertama 2026. Investor asing cenderung mengamankan keuntungan dari saham-saham blue chip yang sudah menguat dalam beberapa bulan terakhir.

Dengan kondisi pasar yang fluktuatif ini, para pelaku pasar dianjurkan tetap waspada. Memahami tren aksi asing dan mengatur strategi investasi menjadi kunci untuk mengantisipasi risiko dan memaksimalkan peluang di tengah volatilitas pasar saham Indonesia.

Editor; Sultoni

Share This Article