Pesawat Angkut Anggota DPR Kolombia Jatuh di Pegunungan Andes, 15 Orang Tewas

2 Min Read
Pesawat Angkut Anggota DPR Kolombia Jatuh di Pegunungan Andes, 15 Orang Tewas (Ilustrasi)

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Sebuah tragedi udara mengguncang Kolombia. Pesawat bermesin ganda yang membawa seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kolombia jatuh di kawasan pegunungan Andes, dekat perbatasan Venezuela. Seluruh penumpang dan awak pesawat dipastikan tewas.

Pesawat nahas tersebut lepas landas dari Cúcuta, kota perbatasan Kolombia, menuju Ocaña pada Rabu (28/1) siang waktu setempat. Penerbangan yang seharusnya hanya memakan waktu 23 menit itu justru berakhir tragis setelah pesawat kehilangan kontak dengan menara pengawas beberapa saat sebelum mendarat.

Dilansir kantor berita AFP, Kamis (29/1/2026), pesawat membawa 15 orang, terdiri dari 13 penumpang dan dua awak. Maskapai milik negara Kolombia, Satena, mengonfirmasi tidak ada korban selamat dalam kecelakaan tersebut.

“Tidak ada yang selamat,” ujar seorang pejabat otoritas penerbangan Kolombia kepada AFP.

Lokasi jatuhnya pesawat berada di wilayah pegunungan terjal yang dipenuhi hutan lebat. Kondisi ini mempersulit proses pencarian dan evakuasi. Cuaca yang cepat berubah di kawasan Andes bagian timur turut menjadi tantangan besar bagi tim penyelamat.

mengerahkan Angkatan Udara untuk menyisir lokasi kejadian. Hingga kini, tujuh jenazah telah ditemukan, sementara proses pencarian korban lainnya masih berlangsung.

Wilayah sekitar lokasi kecelakaan diketahui merupakan daerah yang selama ini dikuasai kelompok gerilyawan ELN (Tentara Pembebasan Nasional), kelompok bersenjata terbesar di Kolombia. Meski demikian, otoritas menegaskan belum ada indikasi keterkaitan antara konflik bersenjata dan kecelakaan tersebut.

Di dalam pesawat terdapat seorang anggota parlemen Kolombia serta seorang calon anggota parlemen, menjadikan insiden ini tak hanya sebagai tragedi kemanusiaan, tetapi juga pukulan berat bagi dunia politik Kolombia.

Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki. Otoritas penerbangan Kolombia berjanji akan membuka hasil investigasi secara transparan kepada publik

Share This Article