Melaut Dini Hari, Nelayan Bangkalan Ditemukan Tewas

2 Min Read
Melaut Dini Hari, Nelayan Bangkalan Ditemukan Tewas (Ilustrasi)

SAMPANG,NOLESKABAR.COM– Seorang nelayan asal Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di pesisir pantai Dusun Dung Gadung, Desa Jatra Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Minggu (1/3/2026) pagi sekitar pukul 05.30 WIB.

Korban berinisial AD (37), warga Dusun Pesisir, Desa Sepulu. Ia pertama kali ditemukan oleh dua remaja setempat yang hendak mengambil jaring di sekitar lokasi penemuan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban sebelumnya sempat pulang dari melaut pada Kamis (26/2/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Namun beberapa jam kemudian, tepatnya Jumat (27/2/2026) dini hari sekitar pukul 01.20 WIB, ia kembali berangkat melaut seorang diri untuk menjala ikan.

Hingga Sabtu (28/2/2026), korban tak kunjung kembali ke rumah. Keluarga yang mulai khawatir kemudian melapor ke pihak kepolisian setempat agar dilakukan pencarian.

Kasihumas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, menjelaskan bahwa laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan operasi pencarian.

“Setelah menerima laporan dari keluarga, dilakukan pencarian bersama tim SAR dan BPBD serta unsur terkait,” ujarnya.

Proses pencarian dilakukan pada Sabtu pagi hingga sore hari. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. Rencananya pencarian akan kembali dilanjutkan keesokan harinya.

Belum sempat operasi lanjutan digelar, kabar duka datang lebih dulu. Pada Minggu pagi, dua remaja yang berada di kawasan pesisir menemukan sesosok tubuh mengapung dalam kondisi terlentang.

“Kedua saksi kemudian melaporkan temuan itu kepada keluarga dan perangkat desa, lalu diteruskan ke Polsek,” jelas AKP Eko.

Petugas yang tiba di lokasi segera melakukan pemeriksaan awal. Dari hasil identifikasi sementara, kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan.

“Hampir seluruh tubuh melepuh dan kebiruan, kaku, mulut terbuka serta sudah mengeluarkan bau,” terangnya.

Berdasarkan lokasi penemuan dan keterangan keluarga, kuat dugaan korban terjatuh dari perahu saat melaut seorang diri. Korban diduga tidak mampu menyelamatkan diri hingga akhirnya tenggelam dan terbawa arus ke wilayah perairan Banyuates.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Mereka menolak dilakukan autopsi dan memilih agar jenazah segera dipulangkan untuk dimakamkan.

“Keluarga membuat surat pernyataan penolakan autopsi dan tidak menuntut pihak mana pun,” pungkasnya.

Penulis: Amal

Share This Article