Ikon Suro dan Boyo Semarakkan Pawai Ogoh-ogoh Nyepi di Surabaya

2 Min Read
Ikon Suro dan Boyo Semarakkan Pawai Ogoh-ogoh Nyepi di Surabaya

SURABAYA, NOLESKABAR.COM – Ikon Suro dan Boyo turut meramaikan Pawai Seni Ogoh-ogoh dalam rangkaian perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 yang digelar di Pura Segara Surabaya, Rabu (18/3/2026). Kehadiran ikon khas Kota Surabaya tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang memadati area kegiatan.

Pawai ogoh-ogoh merupakan tradisi yang identik dengan umat Hindu dalam menyambut Hari Raya Nyepi. Ogoh-ogoh sendiri melambangkan sifat-sifat negatif manusia yang harus dikendalikan sebelum memasuki hari penyucian diri.

Dalam perayaan kali ini, kreativitas peserta tampak menonjol melalui beragam bentuk ogoh-ogoh yang diarak keliling kawasan sekitar pura. Tidak hanya menampilkan tokoh-tokoh mitologi, beberapa peserta juga mengangkat unsur lokal, termasuk ikon Suro dan Boyo yang dikenal sebagai simbol keberanian dan kekuatan.

Partisipasi ikon Suro dan Boyo dinilai sebagai bentuk akulturasi budaya yang harmonis antara tradisi Hindu dan kearifan lokal masyarakat Surabaya. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa perayaan keagamaan dapat menjadi ruang inklusif yang merangkul berbagai elemen budaya.

Masyarakat yang hadir terlihat antusias menyaksikan jalannya pawai. Mereka memadati sisi jalan untuk mengabadikan momen tersebut, baik melalui kamera maupun telepon genggam. Suasana semakin semarak dengan iringan musik tradisional yang mengiringi setiap ogoh-ogoh yang melintas.

Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai sarana edukasi budaya kepada masyarakat luas. Dengan demikian, nilai-nilai toleransi dan keberagaman dapat terus terjaga.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas mereka dalam seni rupa dan pertunjukan. Pembuatan ogoh-ogoh yang melibatkan banyak pihak mencerminkan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat.

Perayaan Nyepi sendiri akan dilanjutkan dengan Catur Brata Penyepian, di mana umat Hindu menjalani hari tanpa aktivitas duniawi sebagai bentuk refleksi dan penyucian diri. Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan makna spiritual Nyepi dapat semakin dirasakan oleh seluruh umat.

Share This Article