Jawa Timur Raih Penghargaan Transformasi Digital, Khofifah Dorong Talenta Mendunia

4 Min Read
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menkomdigi Meutya Hafid meluncurkan Program Talenta Digital Jatim Mendunia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Program ini ditujukan untuk mencetak sumber daya manusia digital berdaya saing global sekaligus memperkuat ekosistem transformasi digital di Jawa Timur.

TUBAN, NOLESKABAR.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid secara resmi meluncurkan Program Talenta Digital Jatim Mendunia dalam Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (30/1/2026). Program ini digadang-gadang menjadi motor penggerak lahirnya sumber daya manusia digital berdaya saing global.

Peluncuran program ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Khofifah dan Meutya Hafid, didampingi jajaran pejabat pusat dan daerah, di antaranya Kepala BPSDM Komdigi Bonifasius Wahyu Pudjianto, Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Said Mirza Pahlevi, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, serta Sekda Adhy Karyono.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur siap menjadi mitra strategis pemerintah pusat dalam pengembangan ekosistem talenta digital nasional. Ia menyebut provinsinya kini tak hanya sebagai penerima program, tetapi juga sebagai pencipta dan penggerak.

“Insya Allah Jawa Timur sudah memungkinkan menjadi co-creator. Bukan hanya pelaksana, tapi juga ikut merancang dan mengembangkan program digital nasional,” ujar Khofifah.

Menurutnya, penguatan ekosistem digital akan berdampak langsung pada peningkatan kinerja pemerintahan dan pelayanan publik. Selain itu, transformasi digital juga akan mempercepat implementasi Satu Data Indonesia serta meningkatkan daya saing tenaga kerja.

“Efisiensi bisa dimaksimalkan, layanan publik meningkat, Satu Data Indonesia bisa dipercepat, dan employability SDM akan bergerak signifikan,” katanya.

Khofifah menilai Jawa Timur memiliki modal kuat untuk menjadi pusat pengembangan talenta digital, khususnya bagi wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. Faktor jumlah penduduk, kualitas pendidikan, serta ekosistem industri kreatif menjadi kekuatan utama.

“Posisi Jawa Timur sangat strategis untuk menjadi anchor province pengembangan talenta digital nasional,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa istilah “mendunia” dalam program ini bukan sekadar slogan. Program tersebut dirancang untuk membentuk talenta digital dengan pola pikir global, namun tetap berakar pada kebutuhan lokal.

“Kami ingin mencetak talenta dengan mindset global agar mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa pengembangan talenta digital harus bersifat terapan. Para peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga pemahaman industri, etika digital, kemampuan kolaborasi, serta orientasi solusi.

“Inilah yang kami dorong, yaitu global employability, local prosperity,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Komdigi Meutya Hafid menyatakan bahwa Program Talenta Digital Jatim Mendunia sejalan dengan agenda nasional transformasi digital. Ia mengapresiasi kesiapan Jawa Timur dalam membangun kolaborasi lintas sektor.

“Jawa Timur menunjukkan komitmen kuat dalam membangun ekosistem digital. Model kolaborasi yang dibangun di sini bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar Meutya.

Meutya menambahkan, pemerintah pusat akan terus mendukung melalui standarisasi kurikulum, sertifikasi, serta penguatan kemitraan dengan industri teknologi. Menurutnya, sinergi pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan program.

“Talenta digital adalah investasi masa depan bangsa. Jika dikelola serius, Indonesia akan menjadi pemain utama di era ekonomi digital,” katanya.

Khofifah juga memaparkan bahwa Pemprov Jatim mengembangkan pola kerja kolaboratif, di mana pemerintah pusat sebagai penentu arah, provinsi sebagai orkestrator, kabupaten/kota sebagai basis implementasi, perguruan tinggi sebagai pusat riset, dan industri sebagai penyedia proyek nyata.

“Kerja bersama, bukan kerja sendiri-sendiri, inilah kekuatan Jawa Timur,” ujarnya.
Berdasarkan data APJII 2025, penetrasi internet di Jawa Timur telah mencapai 82,19 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Mayoritas penggunanya berasal dari Generasi Z dan Milenial, disusul Generasi Alpha.

“Kondisi ini menegaskan bahwa masa depan digital Indonesia bertumpu pada kualitas talenta mudanya,” pungkas Khofifah.

Dengan diluncurkannya Program Talenta Digital Jatim Mendunia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan lahirnya generasi profesional digital yang kompetitif, adaptif, dan siap membawa nama daerah serta bangsa di kancah global.

Share This Article