BANGKALAN,NOLESKABAR.COM– Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Al Bahri Katol Barat 2, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, menggelar kegiatan bimbingan teknis (bimtek) penyuluhan keamanan pangan sekaligus pengecekan sampel air dan makanan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, seperti siswa, balita, dan ibu hamil, tetap terjaga sesuai standar kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, tim Dinkes tidak hanya memberikan edukasi terkait pengolahan pangan yang higienis, tetapi juga melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi dapur, sistem penyimpanan bahan makanan, serta perilaku para penjamah makanan.
Kepala Bidang SDK Dinkes Bangkalan, Moh Farid S.Kep., Ners., MM, menjelaskan bahwa hasil penilaian di lapangan menunjukkan dapur MBG Al Bahri telah memenuhi sejumlah standar penting.
“Pada aspek higiene sanitasi bangunan, kondisi fisik dapur mulai dari lantai, dinding, hingga langit-langit terpantau bersih dan layak. Ventilasi juga tersedia sesuai dengan luas bangunan, serta telah dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sesuai standar,” ujarnya. Senin, 20 April 2026.
Ia menambahkan, dalam aspek penyimpanan bahan makanan, pengelola dapur dinilai telah menerapkan metode yang baik dengan memisahkan bahan mentah dan bahan kering. Kebersihan gudang serta pengaturan suhu penyimpanan juga telah sesuai standar yang ditetapkan.
“Dari sisi kesehatan dan perilaku pekerja, para penjamah makanan juga sudah mematuhi praktik higiene personal dengan menggunakan alat pelindung diri seperti celemek, sarung tangan, masker, dan penutup rambut,” tambahnya.
Sementara itu, Dani, Asisten Lapangan Dapur MBG Al Bahri, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan Dinkes.
“Asistensi dan pendampingan seperti ini sangat kami butuhkan untuk menjaga kualitas layanan kepada penerima manfaat,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui bimtek dan pengawasan langsung ini, pengelola dapur semakin memahami standar keamanan pangan yang baik dan benar, sehingga dapat meminimalisir risiko serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.
Bimbingan teknis keamanan pangan dalam program MBG sendiri bertujuan untuk memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar kesehatan, aman dari kontaminasi, serta memiliki nilai gizi yang optimal. Melalui kegiatan ini, penjamah makanan diberikan pemahaman terkait sumber cemaran pangan dan cara pencegahannya, sekaligus memastikan penerapan prinsip higiene dan sanitasi dalam setiap tahapan pengolahan.
Selain itu, bimtek juga berperan dalam menjamin makanan yang diolah tidak membahayakan kesehatan, mencegah risiko keracunan, serta meningkatkan kualitas penyimpanan dan pengolahan bahan baku. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pemenuhan persyaratan Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur MBG.
Manfaat dari kegiatan ini di antaranya terciptanya sistem pengolahan makanan yang lebih aman dan higienis, bebas dari kontaminasi biologis maupun kimia. Selain itu, risiko keracunan makanan dapat ditekan, kualitas gizi penerima manfaat meningkat, serta kepercayaan masyarakat terhadap program MBG semakin kuat.
Tak hanya itu, melalui pemenuhan standar tersebut, dapur MBG juga lebih mudah memperoleh legalitas berupa sertifikasi laik higiene sanitasi yang menjadi syarat dalam pelaksanaan program.
