Empat Kiai Khos Warnai Haul Bung Karno, Pesan Persatuan Menggema dari Bangkalan

3 Min Read
Empat Kiai Khos Warnai Haul Bung Karno, Pesan Persatuan Menggema dari Bangkalan (Ilustrasi)

BANGKALAN, NOLESKABAR.COM – Kehadiran empat kiai khos Kabupaten Bangkalan mewarnai puncak Haul Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan. Momentum tersebut tak hanya menjadi ajang mengenang Sang Proklamator, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang persatuan dan kebersamaan.

Empat ulama yang hadir yakni Ketua PCNU Bangkalan Kiai Makki, Kiai Karror, Kiai Fauzi, dan Kiai Ahmad. Kehadiran mereka dalam satu majelis bersama unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan kader partai menjadi simbol eratnya hubungan antara nilai keagamaan dan semangat kebangsaan.

Acara yang berlangsung khidmat itu turut dihadiri Wakil Bupati Bangkalan, jajaran pengurus DPC dan PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Bangkalan, serta masyarakat dari berbagai wilayah.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan, Lukman Hakim, mengatakan bahwa haul Bung Karno digelar untuk mengenang sekaligus meneladani nilai-nilai perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia tersebut.

“Tujuan haul Bung Karno ini untuk mengingat kembali nilai-nilai perjuangan Bung Karno yang dapat diambil apinya, bukan abunya,” ujar Lukman, Minggu (21/6).

Menurutnya, pesan “warisi apinya, jangan abunya” mengandung makna agar generasi penerus mampu melanjutkan semangat perjuangan, keberanian, dan pemikiran besar Bung Karno dalam membangun bangsa.

“Iya, nilai-nilai perjuangannya. Kalau abunya kan yang jelek, kalau apinya kan semangatnya,” tambah Bupati Bangkalan itu.

Lukman menilai semangat persatuan yang diwariskan Bung Karno masih relevan hingga saat ini. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, persaudaraan dan gotong royong menjadi modal penting untuk menjaga keutuhan Indonesia.

Selain doa bersama untuk Bung Karno, kegiatan tersebut juga diisi dengan santunan kepada anak yatim. Aksi sosial itu menjadi bentuk kepedulian sekaligus wujud kebersamaan dengan masyarakat.

Haul Bung Karno tersebut merupakan puncak rangkaian Bulan Bung Karno yang sebelumnya diisi berbagai kegiatan, mulai dari lomba domino hingga senam Sicita yang melibatkan kader dan masyarakat umum.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat sepanjang acara. Tokoh agama, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan kader partai duduk bersama dalam satu forum, memperkuat pesan bahwa perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk menjaga persatuan.

Melalui momentum itu, semangat perjuangan Bung Karno kembali digaungkan dari Bangkalan, bukan hanya melalui doa dan refleksi sejarah, tetapi juga melalui komitmen bersama untuk merawat persaudaraan dan kebangsaan.

Editor: Syah

Share This Article