JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negaranya telah mulai mengambil langkah untuk menguasai Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik dengan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan Channel 14 Israel pada Senin (30/3/2026).
Saat ditanya mengenai kemampuan AS mengendalikan jalur pelayaran strategis tersebut, Trump menjawab tegas bahwa proses itu sudah berlangsung. Ia juga menekankan adanya koordinasi erat dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam menghadapi Iran.
Menurut Trump, hubungan antara AS dan Israel saat ini berada pada tingkat yang sangat kuat. Ia menyebut kerja sama kedua negara tidak bisa lebih baik lagi, khususnya dalam merespons situasi di kawasan Timur Tengah.
Trump turut mengungkapkan keyakinannya bahwa Iran kini berada dalam posisi tertekan dan menginginkan kesepakatan. Ia menilai kondisi tersebut sebagai konsekuensi dari tekanan militer yang terus meningkat.
Konflik antara AS, Israel, dan Iran memanas sejak akhir Februari, ditandai dengan serangan udara yang dilakukan AS dan Israel ke sejumlah target di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke wilayah Israel serta beberapa lokasi yang menjadi basis aset militer AS di kawasan, termasuk Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk.
Situasi ini semakin meningkatkan kekhawatiran global terhadap stabilitas kawasan, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi dunia. Eskalasi konflik berpotensi mengganggu pasokan minyak global dan memicu ketegangan geopolitik yang lebih luas.
