JAKARTA. NOLESKABAR.COM – Perbedaan pandangan muncul antara Amerika Serikat dan Israel terkait upaya mengakhiri perang dengan Iran, sebagaimana dilaporkan lembaga penyiaran publik Israel, KAN, pada Jumat (27/3/2026).
Perselisihan kedua sekutu tersebut berfokus pada tiga isu utama, yakni masa depan program rudal balistik Iran, mekanisme penyerahan uranium yang telah diperkaya kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA), serta rencana pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Teheran.
Di tengah perbedaan itu, Amerika Serikat disebut telah mengajukan proposal komprehensif berisi 15 poin untuk menghentikan konflik. Usulan tersebut dilaporkan disampaikan kepada Iran melalui Pakistan sebagai mediator.
Selain itu, Washington juga mempertimbangkan opsi gencatan senjata sementara selama satu bulan guna membuka ruang bagi proses perundingan yang lebih luas.
Sementara itu, Iran dilaporkan telah memberikan respons resmi terhadap proposal tersebut. Kantor berita semi-resmi Tasnim, mengutip seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya, menyebutkan bahwa tanggapan telah disampaikan melalui jalur mediasi.
Dalam responsnya, Iran mengajukan sejumlah tuntutan utama, antara lain penghentian seluruh serangan dan aksi militer di semua front, jaminan tidak terulangnya konflik di masa depan, pemberian kompensasi, serta pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.
Perkembangan ini menandai mulai terbukanya jalur diplomasi di tengah konflik yang masih berlangsung, meski perbedaan kepentingan di antara para pihak dinilai masih menjadi tantangan besar menuju kesepakatan damai.
