JAKARTA, NOLESKABAR.COM-Mantan Duta Besar Indonesia untuk Iran, Dian Wirengjurit, melancarkan kritik keras terhadap Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurutnya, lembaga internasional ini lebih mirip ‘forum simbolik’ daripada wadah nyata untuk perdamaian.
Dalam program Bola Liar Kompas TV, Jumat (14/2/2026), Dian berbicara lugas. “Tak ada yang jelas. Konsepnya kabur, tujuannya samar, dan pijakan hukumnya nyaris tidak ada,” ujarnya.
Ia menyoroti absennya publikasi Piagam BoP maupun aturan operasional International Stabilization Force (ISF) yang seharusnya menjadi dasar kerja lembaga tersebut.
Lebih mengejutkan, klaim BoP untuk mendorong perdamaian di Gaza dinilainya bertolak belakang dengan kenyataan dokumen. BoP disebut menyalin 20 poin gagasan Tony Blair, namun dalam implementasi ISF, tidak ada penyebutan eksplisit soal Palestina atau Gaza.
“Jadi misi damai di Gaza? Nyatanya tidak ada dasar legalnya yang jelas,” tegas Dian.
Dian menilai, BoP lebih banyak menghasilkan simbol politik daripada mandat yang nyata. Indonesia, kata dia, sejak awal memang tidak berada dalam posisi untuk diterima di lembaga itu.
“Masalahnya bukan keluar atau masuk. Faktanya, kita memang tidak bisa masuk,” ujar Dian.
Alasannya, konsistensi politik luar negeri Indonesia terhadap Israel–Palestina menjadi hambatan. Indonesia tidak mengakui Israel sebelum pengakuan Palestina, sementara Israel menolak peran mediasi Indonesia.
“Legitimasi moral di mata Palestina ada, tapi tanpa persetujuan kedua pihak, peran Indonesia sebagai mediator tidak mungkin dijalankan,” jelasnya.
Dian mengingatkan, euforia simbolik semacam BoP berpotensi menyesatkan diplomasi. “Dalam dunia internasional, legitimasi bukan soal undangan manis. Konsistensi dan prinsip politik jauh lebih menentukan daripada forum kosong yang bahkan fondasinya tidak jelas,” ujarnya menutup.
BoP, bagi mantan diplomat ini, menjadi contoh nyata lembaga internasional yang penuh retorika tapi miskin fondasi. Indonesia, kata Dian, harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam ilusi simbolik tanpa hasil konkret
Penulis: Laily
