Indonesia Masuk Board of Peace, MUI Pasang Garis Merah: Jangan Gadaikan Palestina

2 Min Read
Indonesia resmi masuk Board of Peace. Namun MUI mengingatkan, langkah diplomasi ini tak boleh menggadaikan sikap tegas Indonesia dalam membela Palestina. Dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina tetap jadi garis merah.

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace menuai sorotan tajam dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Lembaga keagamaan tertinggi itu mengingatkan pemerintah agar tidak tergelincir dari komitmen historis Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Board of Peace merupakan forum internasional yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan menjadi kontroversial karena menempatkan Israel sebagai anggota setara. Padahal, Israel selama puluhan tahun dituding melakukan pendudukan, kolonisasi, hingga pelanggaran HAM berat terhadap rakyat Palestina.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, menilai kehadiran Israel dalam forum tersebut sebagai persoalan mendasar.

“Israel seharusnya ditempatkan sebagai pihak yang harus dimintai pertanggungjawaban sebagai occupying power, bukan disandingkan setara dalam forum perdamaian,” tegas Sudarnoto, Kamis (22/1/2026).

Menurut MUI, keterlibatan Indonesia dalam forum semacam itu berisiko mengaburkan akar persoalan Palestina. Isu kemerdekaan dan keadilan dikhawatirkan menyempit menjadi sekadar stabilisasi kawasan dan manajemen konflik.

Meski demikian, MUI tetap mengapresiasi niat pemerintah Indonesia untuk berkontribusi dalam perdamaian dunia. Namun, Sudarnoto menekankan pentingnya garis merah yang jelas.

“Tanpa garis merah, Indonesia bisa dimanfaatkan sebagai legitimasi moral bagi skema yang justru merugikan perjuangan kemerdekaan Palestina,” ujarnya.

MUI juga meminta pemerintah memperkuat kerja sama dengan masyarakat sipil nasional dan global untuk mendorong sanksi internasional terhadap Israel atas dugaan kejahatan kemanusiaan.

MUI berharap Indonesia tetap konsisten menjadi motor utama perjuangan Palestina di panggung internasional tanpa kompromi yang melukai prinsip kemanusiaan dan keadilan.

Share This Article