Gus Yahya Siap Maju Lagi di PBNU, Singgung “Utang Janji” ke Cabang

3 Min Read

BANGKALAN,NOLESKABAR.COM– Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, membuka peluang kembali maju dalam kontestasi kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada muktamar mendatang. Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri halal bihalal bersama jajaran PCNU se-Jawa Timur di Pondok Pesantren Al-Kholiliyah Annuroniah, Bangkalan, Senin (4/5/2026).

Di hadapan para ketua cabang, Gus Yahya menegaskan bahwa langkahnya bukan didorong ambisi pribadi, melainkan keinginan menuntaskan komitmen yang pernah ia sampaikan kepada struktur organisasi di tingkat daerah.

Menurutnya, masih ada sejumlah janji yang belum terealisasi sejak ia pertama kali mencalonkan diri sebagai ketua umum. Hal itulah yang ia sebut sebagai “utang” yang harus diselesaikan.

“Saya ingin menuntaskan janji-janji kepada cabang. Kalau masih ada yang belum terpenuhi, berarti itu tanggung jawab yang belum selesai,” ujarnya.

Pernyataan tersebut dinilai menjadi sinyal awal menghangatnya dinamika menuju muktamar NU. Meski begitu, Gus Yahya menegaskan bahwa seluruh proses pencalonan tetap akan berjalan sesuai mekanisme organisasi yang berlaku.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyinggung persoalan Surat Keputusan (SK) kepengurusan PCNU di sejumlah daerah yang sempat mengalami kendala. Ia memastikan bahwa proses penyelesaiannya kini sudah mulai berjalan.

“Alhamdulillah, dengan dorongan dari PWNU se-Indonesia, prosesnya sudah bergerak. Kami optimistis bisa segera dituntaskan,” katanya.

Gus Yahya turut mengapresiasi forum halal bihalal yang digagas PCNU se-Jawa Timur. Ia menilai pertemuan tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat komunikasi antara pengurus pusat dan cabang, sekaligus merespons berbagai isu yang berkembang di internal organisasi.

“Forum seperti ini penting untuk menjaga komunikasi tetap terbuka dan menjawab langsung berbagai dinamika yang ada,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Bangkalan, KH Makki Nasir, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut difokuskan untuk memperkuat soliditas organisasi di tengah berbagai dinamika yang berkembang.

Ia menegaskan, NU di Jawa Timur tetap dalam kondisi solid dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang beredar.

“Kita ingin menjaga fokus organisasi dan memastikan seluruh struktur tetap solid,” ujarnya.

Terkait kontestasi kepemimpinan PBNU, Makki menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan forum muktamar. Saat ini, menurutnya, seluruh jajaran lebih diarahkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi.

“Pembahasan soal pencalonan ada di muktamar. Sekarang kita fokus menjalankan organisasi,” katanya.

Ia juga menyatakan kesiapan Bangkalan jika ditunjuk sebagai tuan rumah muktamar NU mendatang.

“Kalau dipercaya, tentu kami siap menjadi tuan rumah,” tandasnya.

Syah

Share This Article