UTM Jadikan Hardiknas 2026 Alarm Pembenahan Pendidikan Nasional

3 Min Read
UTM Jadikan Hardiknas 2026 Alarm Pembenahan Pendidikan Nasional (Ilustrasi)

BANGKALAN,NOLESKABAR.COM– Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menjadikan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 sebagai momentum evaluasi sekaligus pijakan untuk melakukan lompatan besar di sektor pendidikan. Komitmen itu ditegaskan dalam upacara Hardiknas yang digelar khidmat di taman kampus depan Gedung Graha Utama UTM, Sabtu (2/5/2026).

Upacara tersebut diikuti seluruh sivitas akademika, mulai jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa dari berbagai fakultas. Dengan mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” UTM menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan hanya dapat dicapai melalui keterlibatan seluruh elemen bangsa.

Momentum Hardiknas di lingkungan UTM tidak berhenti pada seremoni tahunan. Kampus negeri terbesar di Madura itu juga memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya X dan XX Tahun kepada 39 aparatur sipil negara (ASN) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian panjang dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Penghargaan tersebut diberikan kepada ASN yang selama ini dinilai berkontribusi dalam memperkuat layanan akademik, tata kelola kelembagaan, serta mendukung aktivitas kampus di berbagai fakultas, biro, dan unit penunjang akademik.

Selain itu, UTM juga memberi penghormatan kepada insan berprestasi yang berhasil mengharumkan nama universitas. Muhammad Nurul Anwar menerima penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi internasional setelah meraih juara 1 pada ajang Perak International Robotic Competition 2026 (PIRC’26).

Sementara Nizar Amir, S.T., M.T., M.Sc. mendapat penghargaan sebagai dosen dengan artikel terbanyak di jurnal internasional bereputasi. Sedangkan Rosida Vivin Nahari, S.Kom., M.T. menerima apresiasi sebagai dosen dengan kepemilikan hak paten dan prototipe terbanyak.

Rektor UTM Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H. yang bertindak sebagai pembina upacara menegaskan bahwa Hardiknas harus menjadi ruang refleksi bersama untuk melihat sejauh mana pendidikan telah berjalan dan ke mana arah masa depan akan dibawa.

“Peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk kita melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional,” ujarnya dalam amanat.

Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi upaya membentuk manusia seutuhnya melalui penguatan karakter, pengembangan potensi, dan nilai kemanusiaan.

“Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah manusia. Intinya adalah memuliakan manusia,” tegasnya.

Dalam amanatnya, Prof. Safi’ juga menyoroti pentingnya lompatan pendidikan melalui pendekatan deep learning, digitalisasi pembelajaran, revitalisasi satuan pendidikan, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan dosen maupun tenaga kependidikan, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Menurutnya, jika pendidikan terus dibenahi secara serius, Indonesia akan memiliki sumber daya manusia unggul dan siap menghadapi tantangan global.

“Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, mulailah dari dalam kelas,” tandasnya.

Rangkaian upacara Hardiknas 2026 ditutup dengan doa bersama dan penghormatan kepada pembina upacara. Melalui momentum ini, UTM menegaskan tekad untuk terus menjadi pusat lahirnya pendidikan bermutu, berkarakter, dan berdampak nyata bagi kemajuan bangsa.

Editor: Adi

Share This Article