BANGKALAN, NOLESKABAR.COM-Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyoroti pentingnya pengawasan kualitas MBG dan gizi di Kabupaten Bangkalan, seiring bertambahnya jumlah unit SPPG di wilayah tersebut.
Hingga kini, terdapat 80 unit SPPG dengan kepala dapur resmi, dan 60 unit di antaranya sudah beroperasi di 18 kecamatan Bangkalan. Namun, hanya 28 unit yang memiliki Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sisanya masih berproses memenuhi standar kebersihan demi penyajian MBG yang aman dan bergizi.
Humas PB IDI, dr. Farhat Suryanigrat, menekankan pentingnya pengawasan kualitas gizi seiring bertambahnya SPPG di Bangkalan. “Dengan bertambahnya SPPG, kita harus memastikan keamanan makanan dan pemenuhan gizi masyarakat. Standar kebersihan juga wajib terjaga di setiap penyajian MBG,” ujar dr. Farhat, Sabtu (31/01/2026).
Untuk memperkuat pengawasan MBG, IDI mengusulkan agar tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas dan rumah sakit turut menjadi penerima manfaat MBG. “Ketika nakes mendapatkan MBG, mereka bisa langsung mengontrol kualitas gizi bagi penerima manfaat. Pengawasan jadi lebih mudah dan berkelanjutan,” jelas dr. Farhat.
Meski bukan ahli gizi, dr. Farhat yang juga menjabat Direktur RSUD Bangkalan aktif mengikuti perkembangan penyajian menu MBG di sejumlah SPPG. Beberapa unit dinilai sudah mampu menyajikan gizi seimbang, namun masih ada titik yang menghadapi kendala.
“Beberapa SPPG sudah baik dalam ketercukupan gizi, tapi ada juga yang perlu perbaikan. Ini sebabnya nakes perlu masuk sebagai penerima manfaat MBG, agar pengawasan lebih efektif,” ungkap dr. Farhat.
Usulan ini menjadi strategi IDI untuk memastikan setiap unit SPPG di Bangkalan menjalankan standar gizi yang tepat. Dengan keterlibatan nakes, kualitas MBG tidak hanya terjaga, tapi juga menjadi contoh praktik gizi seimbang bagi masyarakat.
Selain itu, dr. Farhat menekankan bahwa keterlibatan nakes bisa mempercepat identifikasi masalah di lapangan, mulai dari kebersihan dapur hingga pemenuhan kebutuhan gizi setiap menu MBG.
“Kita ingin semua unit SPPG beroperasi maksimal. Nakes sebagai penerima manfaat MBG akan memudahkan pemantauan dan memberi masukan langsung terkait kualitas gizi,” pungkasnya.
