Jadi Pusat UTBK SNBT 2026 di Madura, UTM Layani Ribuan Peserta dari 17 Provinsi

2 Min Read
Rektor UTM, Prof. Dr. Syafi, meninjau langsung pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di ruang laboratorium komputer untuk memastikan ujian berjalan lancar dan tertib (Foto/Syah)

BANGKALAN, NOLESKABAR.COM – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026.

Sebagai satu-satunya pusat UTBK di Pulau Madura, UTM dipercaya melayani 2.827 peserta dari 17 provinsi dan 72 kabupaten/kota di Indonesia.

Pelaksanaan UTBK berlangsung selama delapan hari, mulai 21 hingga 30 April 2026. Setiap harinya ujian dibagi dalam dua sesi, pagi dan siang, kecuali hari Jumat yang hanya satu sesi.

Dalam satu sesi, jumlah peserta mencapai 215 orang, sehingga total peserta per hari bisa mencapai 430 orang.

Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan, UTM menyiapkan sembilan ruang laboratorium komputer yang tersebar di lima gedung strategis di lingkungan kampus.

Gedung tersebut meliputi Gedung Lab Eksak, Gedung Lab Sosial, Gedung Cakra, Gedung Teaching Industry, serta Gedung RKB E Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya.

Secara keseluruhan, kapasitas yang disiapkan mencapai 215 peserta per sesi dengan dukungan 39 unit komputer cadangan, sehingga total perangkat yang tersedia mencapai 254 unit.

Selain kesiapan teknis, UTM juga memberikan perhatian pada kenyamanan peserta dengan menyediakan penginapan gratis bagi peserta dari luar Bangkalan melalui fasilitas asrama.

Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan doorprize bagi peserta yang hadir lebih awal sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat selama mengikuti ujian.

Data sebaran peserta menunjukkan dominasi dari Provinsi Jawa Timur yang mencapai 2.745 peserta atau 97,10 persen dari total keseluruhan.

Jika dilihat dari tingkat kabupaten/kota, peserta terbanyak berasal dari Bangkalan sebanyak 972 orang, disusul Sampang, Sumenep, dan Pamekasan.

Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Prof. Dr. Syafi, mengatakan pelaksanaan hari pertama UTBK berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah secara umum berjalan lancar. Di sesi pertama ada 215 peserta, namun 4 tidak hadir tanpa alasan sehingga dinyatakan tidak mengikuti UTBK. Sempat ada peserta sakit, tapi bisa ditangani dan kembali ikut ujian. Tidak ada pelanggaran, baik dari peserta maupun panitia,” ujarnya.

Ia berharap seluruh rangkaian UTBK SNBT 2026 di UTM dapat berjalan lancar hingga hari terakhir.

“Mohon doanya semoga sampai hari terakhir semua berjalan lancar,” pungkasnya.

Share This Article