JAKARTA, NOLESKABAR.COM– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melantik enam pejabat Pimpinan Tinggi Pratama pada Jumat (20/2/2026) untuk memperkuat struktur internal lembaga dalam penanganan kasus korupsi.
Satu nama yang paling disorot adalah Tessa Mahardhika Sugiarto, mantan juru bicara KPK, yang kini menjabat sebagai Direktur Penyelidikan. Posisi ini strategis untuk mempercepat proses pengumpulan informasi dan pengawasan kasus korupsi.
“Kami menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat untuk memperkuat penyelidikan,” ujar sumber internal KPK, menekankan pentingnya pengalaman Tessa dalam peran barunya.
Pejabat lain yang dilantik adalah Kunto Ariawan sebagai Direktur Pembinaan dan Peran Serta Masyarakat, Maruli Tua sebagai Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V, serta Iskandar Marwanto sebagai Kepala Biro Hukum.
Selain itu, Taryanto diangkat sebagai Direktur Deteksi dan Analisis Korupsi, sementara Budhi Sarumpaet menjabat Direktur Penuntutan. Susunan ini dimaksudkan untuk menutup celah praktik korupsi di berbagai lini.
Pelantikan ini menjadi bagian dari reformasi internal KPK untuk memperkuat koordinasi antar-unit, meningkatkan pengawasan, dan mempercepat penindakan kasus korupsi.
Langkah ini juga diharapkan dapat menghadapi kasus gratifikasi dan dugaan korupsi besar yang tengah diselidiki, sekaligus menjaga kredibilitas lembaga di mata publik.
Reaksi publik beragam. Sebagian menilai pelantikan ini menunjukkan keseriusan KPK, sementara sebagian lainnya masih menunggu aksi nyata di lapangan.
Susunan pejabat baru ini diharapkan memperkuat integritas internal dan memastikan proses penyelidikan berjalan lebih transparan, cepat, dan akurat.
KPK menegaskan lembaga akan menindak setiap kasus korupsi tanpa pandang bulu, dengan fokus pada penegakan hukum, integritas, dan reformasi internal yang berkelanjutan.
